Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menegaskan bahwa kondisi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di kawasan Timur Tengah saat ini dalam keadaan aman.
Berdasarkan data per 30 Maret 2026, tercatat sebanyak 20.784 PMI berada di negara-negara yang berbatasan dengan wilayah konflik. Meskipun situasi di kawasan tersebut dilaporkan kian memanas, pemerintah terus memantau perkembangan untuk memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh warga negara.
Baca Juga: Finnet dan KP2MI Perkuat Sinergi Digitalisasi Layanan bagi Pekerja Migran Indonesia
Distribusi PMI di Timur Tengah mencakup beberapa negara, dengan jumlah terbesar berada di Arab Saudi sebanyak 13.184 orang, diikuti oleh Turki sebanyak 4.011 orang, dan Uni Emirat Arab sebanyak 2.208 orang.
Negara lain seperti Qatar, Oman, Bahrain, Azerbaijan, hingga Turkmenistan juga menjadi lokasi penempatan para pekerja tersebut. Sejauh ini, dilaporkan tidak ada dampak fisik yang berarti bagi para pekerja, meskipun pemerintah memberikan perhatian khusus pada aspek psikologis.
Baca Juga: Kementrans Jajaki Kerjasama dengan Perusahaan Keramik untuk Pemberdayaan Transmigran
Berikut Infografiknya:
Pemerintah memastikan pekerja migran Indonesia (PMI) di negara Timur Tengah dalam kondisi aman. Meski begitu, mitigasi disiapkan guna mengantisipasi kemungkinan konflik di kawasan tersebut kian memanas. (Antara)
(Sumber: Antara)
Pemerintah memastikan pekerja migran Indonesia (PMI) di negara Timur Tengah dalam kondisi aman. Meski begitu, mitigasi disiapkan guna mengantisipasi kemungkinan konflik di kawasan tersebut kian memanas. (Antara)