Ntvnews.id, Istanbul – Satu orang dilaporkan tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka dalam insiden penembakan yang terjadi di dekat kantor konsulat Israel di Istanbul pada Selasa, 7 April 2026.
Baku tembak terjadi di luar gedung yang digunakan sebagai kantor konsulat Israel, melibatkan tiga penyerang dan aparat kepolisian. Demikian dilansir dari The Independent.
Rekaman video menunjukkan seorang polisi berlindung sambil mengarahkan senjata, ketika suara tembakan terdengar di lokasi kejadian.
Pihak berwenang menyatakan seluruh pelaku berhasil “dinetralisir”, dengan satu di antaranya tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka.
Baca Juga: Turki Naikkan Tarif Listrik dan Gas hingga 25 Persen Mulai 4 April 2026
Selain itu, dua anggota polisi juga dilaporkan mengalami luka ringan.
Gubernur Istanbul, Davut Gul, menyampaikan perkembangan tersebut sekaligus meluruskan laporan awal yang sempat menyebut adanya lebih banyak korban tewas.
Menurut Davut Gul, para penyerang datang dengan membawa senapan serta senjata api lainnya dan langsung melancarkan aksi di sekitar gedung konsulat.
Area sekitar lokasi kejadian pun segera ditutup untuk kepentingan pengamanan dan penyelidikan.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Turki, Mustafa Çiftçi, mengungkapkan bahwa para pelaku telah teridentifikasi dan disebut sebagai “teroris”.
Ia menyebut dua dari tiga pelaku memiliki hubungan keluarga.
“Identitas para teroris telah diidentifikasi. Telah dipastikan bahwa individu-individu tersebut, yang tiba di Istanbul dengan kendaraan sewaan dari Izmit, termasuk seseorang yang memiliki hubungan dengan organisasi yang mengeksploitasi agama; dan juga telah dipastikan bahwa salah satu dari dua teroris tersebut, yang merupakan saudara kandung, memiliki catatan kriminal terkait narkoba,” katanya.
Penyelidikan atas insiden ini telah dibuka oleh otoritas hukum Turki. Menteri Kehakiman, Akın Gürlek, menyatakan bahwa tim jaksa telah langsung diterjunkan ke lokasi.
“Seorang wakil kepala jaksa penuntut umum dan dua jaksa penuntut umum telah ditugaskan; jaksa penuntut umum kami segera tiba di lokasi kejadian dan memulai pemeriksaan,” demikian pernyataannya.
“Di bawah koordinasi Kantor Kejaksaan Agung kami, bekerja sama dengan unit penegak hukum terkait, pekerjaan sedang berlangsung untuk tujuan mengklarifikasi sepenuhnya insiden tersebut, dan investigasi dilakukan secara cermat dan dengan berbagai pendekatan.”
Diketahui, tidak ada diplomat Israel yang bertugas di Turki saat kejadian berlangsung, baik di konsulat Istanbul maupun kedutaan di Ankara.
Konsulat tersebut disebut telah lama tidak diisi personel diplomatik selama hampir tiga tahun terakhir.
Baca Juga: Turki Bantah Tuduhan Kirim Senjata ke Iran, Sebut Propaganda Hitam
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan hubungan antara Turki dan Israel.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, sebelumnya kerap mengkritik keras operasi militer Israel di Gaza dan menyerukan penghentian konflik yang ia sebut sebagai “tidak sah dan tidak berarti”.
Hubungan kedua negara memang terus memburuk sejak konflik di Gaza, yang bahkan disebut Erdogan sebagai “titik terendah umat manusia” dalam pidatonya di Majelis Umum PBB tahun lalu.
Di sisi lain, Turki juga disebut berperan sebagai perantara komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat dalam upaya meredakan ketegangan di kawasan.
Ilustrasi penembakan/pistol/senjata api (Pixabay)