TKA SMP Jadi Sejarah Baru Asesmen Pendidikan Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Apr 2026, 18:13
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti bersama Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen Toni Toharudin meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) hari pertama di SMP Negeri 2 Curug, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten pada Senin (6/4/2026). (ANTARA/Hana Dewi Kinarina Kaban) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti bersama Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen Toni Toharudin meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) hari pertama di SMP Negeri 2 Curug, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten pada Senin (6/4/2026). (ANTARA/Hana Dewi Kinarina Kaban) (Antara)

Ntvnews.id , Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

(Kemendikdasmen) menyebut pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMP sebagai langkah baru dalam sejarah sistem asesmen pendidikan nasional yang terintegrasi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menjelaskan bahwa TKA tidak hanya berfokus pada pengukuran kemampuan akademik siswa, tetapi juga mencakup berbagai aspek lain dalam proses pendidikan.

“Kami untuk pertama kali dalam sejarah menyelenggarakan TKA ini. Dan TKA ini juga tidak hanya semata-mata mengukur kemampuan akademik,” kata Mendikdasmen Mu'ti di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Senin, 6 April 2026.

Melalui pelaksanaan TKA di tingkat SMP, pemerintah memperoleh data komprehensif mengenai kemampuan numerasi, literasi, pembentukan karakter, hingga kondisi lingkungan belajar siswa.

Baca Juga: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Umumkan AI dan Coding Masuk Kurikulum Sekolah

“Jadi melalui TKA ini, kami mengukur kemampuan numerasi, literasi, karakter, kemudian lingkungan belajar. Dan yang satu lagi adalah bagaimana kami mengukur kemampuan akademik itu sendiri,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA menghasilkan lima jenis data penting yang terintegrasi dalam satu kegiatan asesmen.

“Ini kami sedang menciptakan sejarah baru. Dalam satu aktivitas, kami menghasilkan lima data yang sangat penting untuk perbaikan mutu. Saya kira ini adalah sejarah untuk asesmen yang terintegrasi,” kata Toni.

Baca Juga: Menag Usulkan Tambahan Anggaran Rp24,8 Triliun untuk Pendidikan Keagamaan

Ia berharap, hasil TKA ini nantinya dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai profil kemampuan siswa sekaligus menjadi dasar evaluasi mutu pendidikan di tingkat nasional.

Sebagai informasi, pada hari pertama pelaksanaan TKA jenjang SMP, peserta mengerjakan soal matematika dan numerasi sebanyak 30 soal dengan waktu pengerjaan selama 75 menit.

Setelah itu, peserta juga mengikuti survei karakter yang berlangsung selama 20 menit sebagai bagian dari penilaian non-akademik.

(Sumber: Antara)

x|close