Ntvnews.id, Jakarta - Bazar rakyat yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu, 28 Maret 2026, tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong perputaran ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di periode pascalebaran. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa keterlibatan pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam kegiatan bazar rakyat tersebut.
“Untuk menghidupkan UMKM-UMKM, pedagang-pedagang. Jadi ada pasar Tanah Abang, Pasar Senen, Pasar Ular, kemudian beberapa pasar lain se-Jabodetabek. Melalui Pak Menteri UMKM, Pak Maman, dibawa ke sini, mereka jualan, kita beli barangnya, kemudian masyarakat yang datang gratis diberikan kupon, kemudian mereka menukarkan kupon itu,” lanjut Seskab Teddy.
Seskab Teddy menjelaskan bahwa kupon belanja yang diterima masyarakat pada bazar rakyat dapat ditukarkan dengan produk dari pelaku usaha kecil yang dilibatkan dalam kegiatan ini.
Baca Juga: Cetak Gol Perdana di Timnas Indonesia, Ini Kata Beckham Putra
“Jadi untuk tadi 1 kupon 500 ribu, 300 ribunya itu berupa sembako, dan 200 ribunya itu bisa dibelikan, ditukarkan dengan barang-barang yang dari UMKM, pedagang-pedagang kecil,” jelasnya.
Lebih lanjut, Seskab Teddy menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan bantuan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi.
“Intinya konsepnya adalah, sebanyak mungkin masyarakat ingin merasakan kebahagiaan Lebaran, baik yang tidak bisa mudik, kemudian yang sudah kembali mudik, datang ke sini,” tuturnya.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya (NTVnews)
Pada kesempatan yang sama, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi pelaku usaha kecil. Maman menekankan bahwa momentum pascalebaran dimanfaatkan untuk menggerakkan aktivitas ekonomi UMKM.
"Ini impact ekonominya, kayak di Pasar Tanah Abang, terus begitu di Pasar Senen, dan juga beberapa pasar, ada yang di Bandung, teman-teman asosiasi pembuat kerajinan sepatu, dan itu juga akhirnya bergerak, karena mereka bisa menghabiskan stok yang kemarin masih ada, dan yang mereka juga bisa putar lagi, beli lagi, ada dengan stok yang baru,” jelas Menteri UMKM.
Di tengah suasana hangatnya Lebaran, pesan kuat pun tersampaikan bahwa ketika negara hadir dengan konsep yang tepat, kebahagiaan rakyat dan pertumbuhan ekonomi bisa berjalan beriringan.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya (NTVnews)