Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Mar 2026, 13:53
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
 Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kim Jong Un, kembali terpilih sebagai Presiden Korea Utara setelah sidang parlemen digelar di Pyongyang. Keputusan ini diumumkan oleh kantor media negara, pada, Senin, 23 Maret 2026.

"Majelis Rakyat Tertinggi (SPA) DPRK memilih kembali Kim Jong Un sebagai Presiden Urusan Negara Republik Demokratik Korea pada Sidang Pertama, kegiatan urusan negara pertama dari masa jabatan ke-15, pada 22 Maret," lapor media tersebut, dikutip dari CNA, Senin, 13 Maret 2026. 

Melansir dari Reuters, penunjukan kembali Kim Jong Un dilakukan dalam sesi pertama Majelis Rakyat Tertinggi Korea Utara, yang berlangsung sehari sebelumnya. Sidang tersebut menjadi bagian penting dalam sistem pemerintahan Korea Utara, di mana parlemen secara formal menyetujui kebijakan negara yang telah ditetapkan oleh partai penguasa.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah agenda turut dibahas, mulai dari revisi konstitusi sosialis hingga pembentukan struktur kepemimpinan negara. Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah kemungkinan perubahan konstitusi untuk memperkuat kebijakan “dua negara bermusuhan” terhadap Korea Selatan.

Baca Juga: Trump Buka Peluang Dialog Dengan Kim Jong Un Tanpa Prasyarat

Kim Jong Un <b>(Antara)</b> Kim Jong Un (Antara)

Baca Juga: Kim Jong Un Tegaskan Komitmen Perluasan Nuklir

Dalam beberapa tahun terakhir, Kim Jong Un diketahui meninggalkan wacana reunifikasi damai dan mengambil sikap lebih tegas terhadap Seoul. Selain isu politik, sidang juga meninjau pelaksanaan rencana pembangunan ekonomi lima tahun yang sebelumnya diumumkan dalam kongres partai.

Mengutip dari NDTV, Kim Jong Un meraih suara mendominasi dengan Partai Buruh Korea yang berkuasa dan kelompok-kelompok sekutunya memenangkan 99,93 persen suara dalam pemilihan parlemen terbaru negara itu.

Pemilihan yang diadakan pada tanggal 15 Maret untuk memilih anggota Majelis Rakyat Tertinggi ke-15, menyaksikan kandidat yang didukung oleh rezim penguasa memenangkan setiap kursi.

x|close