Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung melakukan peresmian pada program Bedah Rumah sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian bagi warga kurang mampu di ibu kota. Peresmian dilakukan di kawasan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Acara berlangsung di rumah milik warga bernama Sukarno yang sudah selesai dilakukan pengerjaan, berlokasi di Jalan Serdang Baru I Gang III No.31, RT 007/RW 005, Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 16 Maret 2026.
"Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian, dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, program bedah rumah di Jakarta secara resmi saya resmikan," ucap Pramono.
Dalam kesempatan itu, Pramono mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan sekitar 600 rumah akan direnovasi sepanjang tahun 2026 melalui program bedah rumah. Ia juga memastikan bahwa program serupa pada tahun 2025 telah terealisasi sepenuhnya sesuai rencana.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Pramono Pastikan Harga Pangan Tetap Stabil
Pada peresmian ini, pemerintah DKI secara simbolis menyerahkan 26 rumah yang telah selesai direnovasi kepada para penerima manfaat di beberapa wilayah Jakarta, di antaranya ada di Jakarta Pusat 10 rumah, Jakarta Selatan 11 rumah, Jakarta Barat 4 rumah, dan Jakarta Utara 1 rumah.
Bedah rumah di kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran, Kota Adm. Jakarta Pusat (NTVNews.id/Adiansyah)
Baca Juga: Ini Kata Pramono Soal Cuaca Jakarta Terasa Lebih Panas
"Hari ini secara resmi akan ada penyerahan 26 rumah yang terdiri dari Jakarta Pusat 10 rumah, Jakarta Barat 2 unit, Jakarta Selatan 11 unit, Jakarta Utara 1 unit, dan Jakarta Barat 2 unit," ungkapnya.
Pramono juga menyampaikan bahwa program ini tidak hanya dijalankan oleh pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan berbagai pihak. Program bedah rumah ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Baznas Bazis DKI Jakarta, serta sejumlah perusahaan BUMD, BUMN, dan pihak swasta.
"Jadi itu yang ingin saya sampaikan. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih. Mudah-mudahan program yang diadakan oleh Balai Kota bersama dengan Baznas Bazis, BUMD, BUMN, dan juga pihak swasta ini berjalan dengan baik," terangnya.
Dalam pelaksanaannya, setiap rumah yang direnovasi membutuhkan anggaran sekitar Rp50 juta hingga Rp55 juta. Proses pembangunan juga relatif cepat, yakni rata-rata hanya membutuhkan waktu sekitar tiga minggu hingga selesai.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)