Prabowo Siapakan Inpres Penyelamatan Gajah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mar 2026, 17:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan hasil rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto yang digelar di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah membahas berbagai langkah strategis terkait pelestarian hutan serta upaya konservasi gajah di Indonesia.

Raja Juli menjelaskan bahwa Presiden tengah menyiapkan dua kebijakan penting berupa Instruksi Presiden (Inpres) dan Keputusan Presiden (Keppres) yang berkaitan dengan perlindungan satwa dan pengelolaan taman nasional.

"Pertama, Bapak Presiden sedang menyiapkan satu Inpres (Instruksi Presiden) dan satu Keppres (Keputusan Presiden). Inpres pertama adalah Inpres tentang penyelamatan populasi dan habitat gajah Sumatra dan gajah Borneo. Yang kedua, satgas inovasi pembiayaan pengelolaan taman nasional kita," kata Raja Juli.

Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia tersebut menuturkan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan berbagai aktivis konservasi, baik dari dalam negeri maupun internasional. Mereka, kata Raja Juli, memberikan apresiasi atas perhatian Presiden terhadap upaya perlindungan satwa liar serta pengelolaan taman nasional.

Baca Juga: Prabowo Bentuk Satgas Pendanaan Taman Nasional

Terkait rencana Inpres penyelamatan populasi dan habitat Gajah Sumatra, Raja Juli mengungkapkan bahwa sebelumnya terdapat 42 kantong habitat alami gajah. Namun kini jumlahnya tersisa sekitar 21 kawasan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah karena kerusakan habitat berpotensi mengancam kelangsungan hidup populasi gajah di alam liar.

"Dan kalau tidak ada intervensi yang serius oleh pemerintah, maka kerusakan kantong-kantong gajah ini adalah sebuah keniscayaan, dan oleh karena itu populasi gajah sebagai salah satu satwa yang dilindungi dan merupakan iconic species di Indonesia, tidak menutup kemungkinan akan punah," kata Raja Juli.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni <b>(Istimewa)</b> Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (Istimewa)

Melalui Inpres tersebut, pemerintah nantinya akan memberikan instruksi kepada sejumlah kementerian terkait untuk mendukung langkah Kementerian Kehutanan dalam menyelamatkan populasi gajah di Indonesia.

Salah satu langkah yang direncanakan adalah pembentukan area preservasi di sejumlah kawasan perkebunan, termasuk di lahan berstatus Hak Guna Usaha (HGU) yang telah terbit di wilayah Sumatra.

"Contohnya, di HGU yang sudah terbit, sawit yang terbit di Sumatra, akan dibentuk apa yang disebut sebagai area preservasi, ya. Area preservasi yaitu sebuah wilayah yang memungkinkan ada koridor gajah, ya, antar kantong tadi, sehingga gajah ini dapat bergerak dari satu kantong ke kantong yang lain. Jadi ini sangat penting sekali," kata Raja Juli.

Baca Juga: Valverde Sebut lawan City Laga Terbaik Sepanjang Kariernya

Selain itu, Kementerian Kehutanan juga akan membangun koridor satwa untuk memperluas ruang jelajah gajah di habitatnya. Upaya tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya perkawinan sedarah (inbreeding) yang berpotensi melemahkan populasi gajah.

Di sisi lain, Presiden juga berencana menerbitkan Keputusan Presiden yang mengatur pembentukan Satuan Tugas inovasi pembiayaan dan pengelolaan taman nasional.

Raja Juli menjelaskan bahwa saat ini Indonesia memiliki 57 taman nasional, namun pengelolaannya masih menghadapi keterbatasan anggaran sehingga belum mampu berkembang secara optimal.

"Sama sekali tidak menjadi profit center dalam pengertian profit center adalah bagaimana mendapatkan uang pendanaan dari ecotourism, dan uang itu dikembalikan untuk memperbaiki taman nasional kita," kata Raja Juli.

x|close