AHY: Sekitar 143 Juta Orang Diperkirakan Melakukan Perjalanan Mudik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mar 2026, 17:45
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
AHY AHY (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memperkirakan sekitar 143 juta masyarakat Indonesia akan melakukan perjalanan mudik selama periode Lebaran 2026.

Lonjakan mobilitas ini membuat pemerintah terus memperkuat kesiapan infrastruktur dan transportasi di berbagai daerah.

"Masyarakat yang diperkirakan 143 juta orang akan melakukan perjalanan selama masa Lebaran ini," ucap AHY di Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Rabu, 11 Maret 2026.

AHY menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah fokus mempersiapkan arus mudik dan arus balik Lebaran agar perjalanan masyarakat dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman.

Menurutnya, besarnya jumlah pemudik tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor antara kementerian, lembaga, aparat kepolisian, pemerintah daerah, hingga masyarakat luas.

Baca Juga: AHY Serahkan Bantuan Sosial di Masjid Babah Alun, Perkuat Solidaritas di Bulan Ramadhan

Pengaturan lalu lintas jalan tol Satu Arah (one way), Contra Flow, dan Ganjil-Genap pada saat arus mudik Lebaran 2026. <b>(Istimewa)</b> Pengaturan lalu lintas jalan tol Satu Arah (one way), Contra Flow, dan Ganjil-Genap pada saat arus mudik Lebaran 2026. (Istimewa)

Ia menegaskan bahwa persiapan mudik tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi dari berbagai instansi sangat diperlukan untuk mengantisipasi kepadatan perjalanan yang diperkirakan terjadi di sejumlah jalur utama.

"Bahwa saat ini pemerintah juga tengah fokus mempersiapkan arus mudik Lebaran. Dan ini membutuhkan kerjasama lintas sektor, bukan hanya kementerian lembaga termasuk jajaran Polri tapi juga dengan pemerintah daerah dan segenap kalangan masyarakat termasuk media," terangnya.

Dalam menghadapi lonjakan pemudik, pemerintah memastikan berbagai sarana dan prasarana transportasi dalam kondisi siap digunakan. Perbaikan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama.

"Jalan-jalan yang rusak juga kita terus perbaiki. Kemudian terminal, stasiun, pelabuhan, bandara semuanya kita siapkan. Armada kapal, pesawat termasuk kereta kita juga tingkatkan," ungkapnya.

x|close