Tokoh Islam Apresiasi Sikap Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Ayatollah Khamenei

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Mar 2026, 07:41
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Sejumlah tokoh dan pemimpin organisasi Islam Sejumlah tokoh dan pemimpin organisasi Islam (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Sejumlah tokoh dan pemimpin organisasi Islam memberikan apresiasi terhadap sikap Presiden Prabowo Subianto yang menyampaikan belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Sikap tersebut dinilai mencerminkan nilai kemanusiaan sekaligus kepedulian Indonesia terhadap dinamika geopolitik global.

Apresiasi tersebut disampaikan para tokoh Islam dan ulama menjelang serta setelah acara buka puasa bersama yang digelar Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Kamis.

Salah satu tokoh yang menyampaikan pandangannya adalah Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie. Ia menilai langkah Prabowo menyampaikan duka cita kepada pemerintah dan rakyat Iran merupakan tindakan yang tepat dan mencerminkan solidaritas Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

“Tepat sekali kemarin Presiden sudah menyampaikan turut berduka kepada seluruh rakyat Iran. Jadi, saya rasa kita sebagai negeri muslim terbesar, yang menganut Pancasila, ketuhanan yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, ini tidak bisa terima dengan pembunuhan biadab,” ujar Jimly.

Baca Juga: Prabowo Tunjuk Bahlil Pimpin Satgas Percepatan Transisi Energi

Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia di luar kawasan Asia Barat memiliki posisi strategis untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam menjembatani konflik serta ketegangan di antara negara-negara Islam.

Pandangan serupa juga disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf. Ia menyebut penyampaian belasungkawa oleh Presiden Prabowo merupakan sikap yang wajar dan manusiawi ketika terjadi peristiwa duka.

Namun demikian, ia menekankan bahwa yang lebih penting adalah upaya nyata untuk menghentikan konflik bersenjata yang terus berlangsung.

“Kita tidak punya pilihan selain berjuang sekuat tenaga supaya damai. Berhenti perang, damai sekarang. Tidak ada alternatif lain. Karena kalau tidak begitu, tidak ada yang selamat. Kekerasaan ini harus dihentikan dengan cara apapun,” kata Gus Yahya.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Yahya Cholil Staquf memberi keterangan saat hadir di Pondok Pesantren Miftachussunnah di Surabaya, Jawa Timur, Minggu 28 Desember 2025. ANTARA/Willi Irawan/aa. <b>(Antara)</b> Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Yahya Cholil Staquf memberi keterangan saat hadir di Pondok Pesantren Miftachussunnah di Surabaya, Jawa Timur, Minggu 28 Desember 2025. ANTARA/Willi Irawan/aa. (Antara)

Ia juga menyoroti pentingnya memanfaatkan berbagai forum kerja sama internasional yang dimiliki Indonesia guna mendorong terciptanya perdamaian. Salah satunya melalui keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) yang diinisiasi oleh Amerika Serikat.

“Lihat, kita cari caranya memanfaatkan BoP untuk upaya perdamaian itu. Apapun yang sudah ada di tangan, mari kita gunakan. Kalau kita butuh menggali lubang, tidak ada sekop, kita gali pakai sendok,” imbuhnya.

Sebelumnya, pada Rabu, 4 Maret 2026, Presiden Prabowo mengirimkan surat resmi belasungkawa kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, atas wafatnya Ayatollah Khamenei yang dilaporkan meninggal dunia akibat serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel.

Baca Juga: Prabowo Tunjuk Bahlil Pimpin Satgas Percepatan Transisi Energi

Surat tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Jakarta sebagai bentuk penghormatan diplomatik dari pemerintah Indonesia.

Melalui langkah tersebut, pemerintah Indonesia menyampaikan empati mendalam kepada pemerintah dan rakyat Iran atas kehilangan tokoh penting yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan politik dan kehidupan masyarakat negara tersebut. Langkah ini juga menegaskan komitmen Indonesia untuk terus menjaga hubungan persahabatan serta kerja sama yang baik antara kedua negara.

x|close