Ntvnews.id, Jakarta - Kabar duka menyelimuti Indonesia pada Senin (2/3/2026) setelah mantan Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, wafat di RSPAD Gatot Soebroto pada pukul 06.58 WIB. Informasi kepergian beliau dikonfirmasi oleh kerabat terdekat.
Menurut rencana, jenazah akan dimandikan di rumah duka RSPADI sebelum dibawa ke kediaman di Jalan Purwakarta Nomor 6 Menteng untuk disemayamkan.
Profil Try Sutrisno
Lahir pada 15 November 1935 di Surabaya, Try Sutrisno tumbuh sebagai putra daerah yang kemudian meniti karier panjang di dunia militer. Ia berasal dari keluarga sederhana namun dikenal teguh disiplin, sebuah karakter yang kelak membentuk perjalanan hidupnya dalam tubuh Angkatan Darat.
Baca Juga: Wapres ke-6 RI Jenderal Try Sutrisno Meninggal Dunia
Setelah menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Jawa Timur, ia diterima menjadi taruna di Akademi Teknik Angkatan Darat pada tahun 1956. Dari sinilah pintu pengabdian militernya terbuka lebar.
Kiprah Militer dan Kedekatan dengan Presiden Soeharto
Pertemuan Try Sutrisno dengan Soeharto sudah berlangsung sejak masa Operasi Pembebasan Irian Barat pada 1962. Hubungan profesional tersebut terjalin kuat hingga bertahun-tahun kemudian.
Pada 1974, ia dipercaya menjadi ajudan Presiden Soeharto, sebuah posisi strategis yang menandai meningkatnya kepercayaan negara terhadap dirinya. Karier militernya pun terus menanjak.
Pada Agustus 1985, Try Sutrisno dinaikkan pangkatnya menjadi Letnan Jenderal TNI sekaligus diangkat menjadi Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad), mendampingi Rudhini yang saat itu menjabat Kepala Staf Angkatan Darat.
Baca Juga: Hamas Sampaikan Duka atas Kematian Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
Sepuluh bulan kemudian, tepatnya Juni 1986, ia kembali mendapat amanah besar: diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) menggantikan Rudhini.
Menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia
Puncak karier Try Sutrisno dalam ranah pemerintahan terjadi ketika Majelis Permusyawaratan Rakyat mengangkatnya sebagai Wakil Presiden mendampingi Presiden Soeharto melalui Sidang Umum pada 1993. Masa baktinya berlangsung hingga 1998, sebelum akhirnya posisi tersebut digantikan oleh BJ Habibie.
Dalam perjalanan hidupnya, Try Sutrisno dikenal sebagai sosok militer yang disiplin, tegas, dan berdedikasi tinggi. Kiprahnya mulai dari taruna Angkatan Darat, ajudan presiden, pimpinan TNI AD, hingga Wakil Presiden RI, menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia.
Foto dokumentasi dari Bank Indonesia menampilkan beliau sebagai figur berwibawa, mencerminkan perjalanan panjang seorang prajurit yang mengabdi hingga akhir hayatnya.
Kutipan yang tercantum, sebagaimana diminta, dibiarkan dalam bentuk asli. Semoga artikel baru ini dapat memberikan gambaran yang lebih rapi, utuh, dan nyaman dibaca mengenai profil Try Sutrisno tanpa mengubah esensi informasi yang ada.
Mantan Wapres Try Sutrisno saat mengunjungi rumah duka Hamzah Haz.