Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Minta Jamaah Umrah Tunda Keberangkatan Ke Tanah Suci

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Mar 2026, 15:45
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Calon penumpang berada di samping layar monitor pengumuman jadwal penerbangan pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu, 1 Maret 2026. Akibat terjadinya perang antara Iran, Israel dan Amerika sejumlah maskapai yang melayani penerbangan ke Timur Tengah membatalkan sejumlah penerbangannya. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/bar (ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL) Calon penumpang berada di samping layar monitor pengumuman jadwal penerbangan pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu, 1 Maret 2026. Akibat terjadinya perang antara Iran, Israel dan Amerika sejumlah maskapai yang melayani penerbangan ke Timur Tengah membatalkan sejumlah penerbangannya. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/bar (ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah RI mengimbau calon jamaah umrah yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci dalam waktu dekat untuk menunda perjalanan mereka. Imbauan tersebut disampaikan menyusul situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang dinilai semakin dinamis dan tidak menentu.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah demi memastikan keselamatan warga negara Indonesia.

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jamaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Wamenhaj di Jakarta, Minggu, 1 Maret 2026.

Pemerintah juga meminta jamaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi, serta keluarga mereka di Tanah Air, agar tetap tenang dan tidak panik.

Koordinasi terus dilakukan dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah untuk memastikan jamaah yang terdampak penundaan dapat tertangani dengan baik.

Baca Juga: Rudal Iran Kembali Hantam Israel

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jamaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” kata dia.

Selain itu, masyarakat diimbau agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Pemerintah meminta seluruh pihak merujuk pada sumber resmi guna menghindari kesimpangsiuran kabar yang berpotensi menimbulkan keresahan.

Terkait penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, pemerintah memastikan hingga saat ini belum terdapat dampak terhadap tahapan persiapan yang sedang berjalan.

Seluruh proses perencanaan dan koordinasi disebut tetap berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Kami berharap kondisi segera normal. Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah yang diperlukan demi keselamatan serta kenyamanan jamaah,” kata Wamenhaj.

Baca Juga: Jutaan Warga Iran Gelar Demo, Kutuk AS dan Israel Atas Kematian Ali Khamenei

(Sumber: Antara) 

x|close