Indonesia Serukan Pakistan dan Afghanistan Tempuh Jalur Damai

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Feb 2026, 19:15
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pemandangan kehancuran setelah jet-jet Pakistan melakukan serangan udara di Afghanistan timur dan tenggara, Nangarhar pada 22 Februari 2026, yang menargetkan tempat yang digambarkan Islamabad sebagai tempat persembunyian militan, sementara pejabat Afghanistan mengatakan warga sipil tewas dan bersumpah akan membalas dendam. ANTARA/Anadolu-Stringer/pri. Pemandangan kehancuran setelah jet-jet Pakistan melakukan serangan udara di Afghanistan timur dan tenggara, Nangarhar pada 22 Februari 2026, yang menargetkan tempat yang digambarkan Islamabad sebagai tempat persembunyian militan, sementara pejabat Afghanistan mengatakan warga sipil tewas dan bersumpah akan membalas dendam. ANTARA/Anadolu-Stringer/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia mendorong otoritas Pakistan dan Afghanistan untuk segera menempuh penyelesaian damai guna mengakhiri konflik bersenjata yang terjadi di antara kedua negara. Seruan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan perbatasan yang memicu korban dari kalangan sipil.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Vahd Nabyl A. Mulachela menegaskan bahwa Indonesia meminta kedua pihak segera melakukan deeskalasi dan membuka ruang dialog.

“Indonesia berharap kedua negara bisa menyelesaikan permasalahan secara damai, mengedepankan dialog, dan melakukan deeskalasi,” kata Nabyl dalam taklimat media di Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.

Menurut dia, langkah tersebut penting untuk mencegah bertambahnya korban sipil di tengah eskalasi militer.

Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak.

Baca Juga: Afghanistan Tembak Jatuh Pesawat Tempur F-16 Pakistan

“Kita juga perlu memperhatikan keselamatan bagi para sipil, begitu pula dengan WNI yang berada di kedua negara,” kata jubir Kemlu itu.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah memastikan bahwa WNI yang berada di Afghanistan dan Pakistan dalam kondisi aman.

Meski militer Pakistan dilaporkan sempat mengarahkan serangan ke ibu kota Afghanistan, Kabul, tidak ada WNI yang terdampak.

“Seluruh WNI di Afghanistan dilaporkan dalam kondisi aman,” kata dia.

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kabul juga telah mengimbau seluruh WNI di Afghanistan untuk meningkatkan kewaspadaan, membatasi perjalanan ke luar domisili, menghindari area pemerintahan dan pusat keramaian, serta menjaga komunikasi intensif dengan pihak kedutaan.

Baca Juga: Pakistan Gempur Afghanistan, Klaim Korban Tewas 133 Pejuang Taliban

Saat ini tercatat 43 WNI berada di Afghanistan, termasuk 15 orang yang merupakan keluarga besar KBRI Kabul.

Sebelumnya, Pakistan melancarkan serangan udara ke Provinsi Nangarhar dan Paktika di Afghanistan yang, menurut otoritas setempat, menyebabkan puluhan warga sipil tewas dan luka-luka, termasuk perempuan dan anak-anak.

Menyusul serangan tersebut, pada Kamis, 26 Februari 2026, malam waktu setempat, Afghanistan mengumumkan telah memulai operasi militer berskala besar terhadap pasukan Pakistan di sepanjang wilayah perbatasan sebagai respons atas pengeboman itu.

(Sumber: Antara) 

x|close