Ntvnews.id, Jakarta - Pihak Polda Sulsel akhirnya mengungkap alasan di balik tindakan keji Bripda P yang menganiaya rekannya yang lebih junior, Bripda Dirja Pratama, hingga meninggal dunia di barak internal kepolisian.
Menurut Didik Supranoto, penganiayaan tersebut dilakukan Bripda P dengan alasan yang selama ini kerap menjadi dalih sebagian oknum, pembinaan senior terhadap junior. Didik menegaskan bahwa hasil pemeriksaan sementara menunjukkan pelaku beranggapan tindakannya termasuk bagian dari pola senioritas di lingkungan internal kepolisian.
"Hasil pemeriksaan sampai dengan sekarang karena alasan pembinaan senior-junior," kata dia dalam keterangannya yang dilansir pada Rabu, 25 Februari 2026.
Baca Juga: Bank BRI Gelar Imlek Prosperity 2026 untuk Sambut Tahun Kuda Api dengan Pengalaman Eksklusif
Namun, Didik menekankan bahwa alasan tersebut sama sekali tidak dapat diterima. Ia menegaskan bentuk kekerasan, apalagi hingga mengakibatkan kematian, tidak pernah dibenarkan dalam institusi kepolisian.
"Itu (kekerasan) tidak dibenarkan," ujarnya menegaskan.
Di sisi lain, keluarga almarhum Bripda Dirja menuntut agar pelaku mendapat sanksi seberat-beratnya. Ayah korban, Aipda Muhamad Jabir, meminta proses hukum berjalan transparan dan tidak hanya berhenti pada satu tersangka.
"Kami meminta penegakan hukum secara transparan. Kalau bisa pelaku dihukum seumur hidup dan di-PTDH, itulah harapan kami selaku orang tua dan keluarga korban," ujarnya.
Meski diliputi duka, Jabir menyampaikan terima kasih kepada pihak Polda Sulawesi Selatan atas langkah cepat dalam mengusut kasus ini. Ia berharap penyidik dapat menggali lebih jauh agar seluruh pihak yang terlibat bisa diungkap tanpa ada yang ditutupi.
"Kami sebagai orang tua meminta kepada penyidik agar transparan dan mengungkap lebih dalam, tidak berhenti pada satu tersangka saja," kata Jabir.
Bagi keluarga, pengungkapan menyeluruh bukan sekadar tuntutan keadilan, tetapi juga kepastian hukum yang harus mereka terima setelah kehilangan putra mereka dalam cara yang begitu tragis.
Bripda Dirja Pratama Polda Sulsel (Instagram)