Dianiaya Oknum Aparat, Petugas SPBU di Cipinang Patah Gigi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Feb 2026, 12:46
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Salah satu operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3413901 yang dianiaya oleh pelaku yang diduga aparat di kawasan Cipinang, Abud Mahmudin (28) di Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa, 24 Februari 2026. (ANTARA/Siti Nurhaliza). Salah satu operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3413901 yang dianiaya oleh pelaku yang diduga aparat di kawasan Cipinang, Abud Mahmudin (28) di Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa, 24 Februari 2026. (ANTARA/Siti Nurhaliza). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Seorang operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3413901 di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Abud Mahmudin (28), mengalami patah gigi setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum aparat. Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 22 Februari 2026 sekitar pukul 22.00 WIB.

"Gigi saya patah jadi setengah doang, tidak rata. Berdarah karena sarafnya kena pas dihajar bagian pipi," kata Abud saat ditemui di SPBU 3413901 Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa, 24 Februari 2026.

Abud yang telah bekerja sekitar empat tahun sebagai operator SPBU mengaku tidak mengetahui secara jelas pemicu keributan yang terjadi di lokasi tersebut. Saat kejadian, ia hanya bermaksud melihat situasi setelah mendengar kegaduhan di area depan tempatnya bekerja.

"Saya tidak tahu awalnya gimana. Niatnya cuma mau tahu aja, kayak kepo doang karena ada kerusuhan. Namanya juga di lingkungan kerja," ujar Abud.

Menurutnya, salah satu rekannya lebih dahulu terlibat cekcok dan sempat ditampar. Melihat hal itu, Abud mendekat namun tidak ikut berbicara ataupun terlibat dalam perdebatan.

Baca Juga: Operator SPBU Cipinang Terima Ancaman Pembunuhan oleh Oknum Aparat

"Saya cuma lihat doang, tidak ngomong sama sekali. Tapi malah saya yang ditandain," ucap Abud.

Ia menyebut pelaku sempat menunjuk ke arahnya sebelum melayangkan pukulan. Serangan pertama mengenai bagian mata hingga membuatnya merasa pusing.

"Pertama kena di mata, ditonjok. Saya agak pusing juga," ujar Abud.

Pelaku kemudian kembali memukul bagian pipi serta area atas belakang telinga. Dampaknya cukup serius hingga menyebabkan giginya patah.

"Semakin sakit, apalagi gigi saya sampai patah," ucap Abud.

Akibat luka tersebut, ia kesulitan makan dan berbicara. Bahkan saat berbuka puasa, rasa nyeri masih sangat terasa.

"Susah makan. Buka puasa juga susah. Ngomong aja masih ngilu," kata Abud.

Abud menjalani visum pada Senin, 22 Februari 2026 sekitar pukul 14.00 WIB di RS Polri Kramat Jati. Setelah itu, ia melanjutkan perawatan ke rumah sakit lain untuk penanganan medis lebih lanjut.

Baca Juga: 3 Pegawai SPBU Cipinang Diduga Dianiaya Oknum Aparat

Dalam kejadian tersebut, total tiga pegawai SPBU 3413901 diduga menjadi korban penganiayaan. Mereka adalah Ahmad Khoirul Anam yang telah bekerja sekitar lima tahun sebagai staf, Lukmanul Hakim yang baru enam bulan bekerja sebagai operator setelah lulus SMK, serta Abud Mahmudin dengan masa kerja sekitar empat tahun.

Khoirul mengalami tamparan di pipi, Lukman dipukul di rahang kanan, sedangkan Abud mengalami pukulan di bawah mata dan pipi dekat mulut hingga giginya copot.

Pemilik SPBU 3413901, Ernesta, menyatakan pihaknya telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Pulogadung.

"Kami sudah laporkan juga ke Polsek Pulo Gadung seberang SPBU, dan pegawai-pegawai saya yang luka-luka juga sudah divisum," kata Ernesta saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.

Selain itu, Propam Polda Metro Jaya juga telah mendatangi lokasi SPBU 3413901 di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, untuk menindaklanjuti dugaan penganiayaan tersebut.

(Sumber: Antara) 

x|close