An-Nadzir Gowa Putuskan 1 Ramadhan 1447 H pada Hari Rabu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Feb 2026, 17:24
thumbnail-author
Alber Laia
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Sejumlah anggota Jamaah An Nadzir menunaikan shalat di Kampung Butta Ejayya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Sejumlah anggota Jamaah An Nadzir menunaikan shalat di Kampung Butta Ejayya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. (Dok.Antara)

Ntvnews.id, Gowa - Penetapan awal bulan suci Ramadhan kembali menjadi perhatian publik. Di tengah penantian hasil sidang isbat pemerintah, Jamaah An-Nadzir di Kabupaten Gowa lebih dulu menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Pimpinan Jamaah An-Nadzir Gowa, Muhammad Samiruddin Pademmui, melalui siaran pers yang diterima di Gowa, Sulawesi Selatan, Senin.

"Dengan mengharapkan rahmat dan ridha Allah Subhanahuwataala maka diputuskan dan ditetapkan bahwa An-Nadzir mulai puasa 1 Ramadhan 1447 Hijriah pada Rabu, 18 Februari 2026 Masehi," ujarnya.

Baca Juga: Sidang Isbat Awal Puasa 2026 Kapan? Simak Jadwal Lengkap Penetapan 1 Ramadhan 1447 H

Dengan ditetapkannya awal puasa pada Rabu, jamaah An-Nadzir yang ingin melaksanakan Shalat Tarawih berjamaah dipersilakan memulainya pada Selasa (17/2) malam di wilayah masing-masing.

Penentuan ini, menurut Samiruddin, merupakan hasil pemantauan dan perhitungan tim pemantau bulan, serta koordinasi dengan jaringan An-Nadzir yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Samiruddin menjelaskan, secara prinsip An-Nadzir dan umat Muslim lainnya sama-sama memahami konsep hisab dan rukyat. Perbedaannya terletak pada penerapan ilmu, tata cara, metodologi, serta beberapa aspek fikih dan khilafiah.

Dalam menetapkan awal dan akhir bulan, An-Nadzir mengacu pada dalil naqli Al-Qur’an dan hadis, khususnya perintah untuk berpuasa dengan melihat hilal. Selain itu, mereka juga mengikuti ajaran Guru dan Imam An-Nadzir, KH Syamsuri Abdul Madjid.

Menariknya, dalam praktik pengamatan, An-Nadzir memadukan metode tradisional dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi astronomi modern. Tim pemantau bulan memanfaatkan sistem aplikasi berbasis Android untuk membantu penelitian dan memudahkan penentuan hilal.

Tak hanya itu, fenomena gerhana Matahari dan Bulan juga dijadikan salah satu patokan dalam perhitungan bulan, sesuai ajaran guru mereka. Jamaah ini rutin mengamati fase-fase pergerakan bulan sebagai dasar penentuan pergantian bulan hijriah.

Penetapan serupa juga dilakukan oleh Muhammadiyah. Melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 dan penjelasan Majelis Tarjih dan Tajdid Nomor 01/MLM/I.1/B/2025, 1 Ramadhan 1447 H juga ditetapkan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Muhammadiyah menggunakan metode hisab dengan pendekatan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang kini menjadi acuan resmi dan menggantikan metode wujudul hilal yang sebelumnya dipakai.

Sementara itu, pemerintah belum menetapkan awal Ramadhan 1447 H dan masih menunggu hasil sidang isbat. Rencananya, pemantauan hilal melalui metode rukyat akan dilakukan secara serentak di 37 titik di seluruh Indonesia pada Selasa (17/2).

Sumber: Antara

TERKINI

BMKG NTB Sebut Hilal di Bawah Ufuk, Posisi Minus 1,2 Derajat

Nasional Selasa, 17 Feb 2026 | 18:05 WIB

Awal Ramadhan, Hilal Mustahil Tampak di Yogyakarta

Nasional Selasa, 17 Feb 2026 | 17:47 WIB

Kemenag Hari ini Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan di Jakarta

Nasional Selasa, 17 Feb 2026 | 17:32 WIB

An-Nadzir Gowa Putuskan 1 Ramadhan 1447 H pada Hari Rabu

Nasional Selasa, 17 Feb 2026 | 17:24 WIB

Hizbullah peringatkan Israel

Luar Negeri Selasa, 17 Feb 2026 | 17:20 WIB

Liga Arab Kutuk Israel ubah Lahan Tepi Barat Jadi 'tanah negara'

Luar Negeri Selasa, 17 Feb 2026 | 15:20 WIB
Load More
x|close