Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa gedung baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang direncanakan berdiri di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, akan dibangun sepenuhnya dari awal.
Prasetyo juga memastikan lokasi proyek tersebut berada di lahan bekas Kedutaan Besar Inggris dengan luas sekitar 4.000 meter persegi.
"Tanahnya itu (eks Kedutaan Besar Inggris). Iya, pembangunannya dari nol," kata Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.
Terkait nilai anggaran pembangunan, Prasetyo menuturkan bahwa pemerintah belum menetapkan besaran dana yang akan dialokasikan. Menurutnya, proyek tersebut masih berada pada tahap perencanaan awal dan proses perancangan desain.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Mudik Gratis Lebaran 2026, 34 Provinsi Jadi Tujuan
"Anggarannya? Belum, belum. Kalau angkanya belum. Kan baru proses desain," ujarnya.
Sementara itu, mengenai mekanisme pembiayaan, Prasetyo menjelaskan bahwa pemerintah masih mempertimbangkan sejumlah skema pendanaan. Ia menyebut salah satu opsi yang ada adalah melalui Kementerian Agama, meski terdapat kemungkinan jalur pendanaan lain.
"Kalau itu kan masalah cara menyalurkan saja. Bisa lewat Kemenag, bisa juga tidak lewat Kemenag," pungkasnya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (NTVnews)