Kritik Dasco Hadir di Pengumuman Kabinet, Gatot Nurmantyo Dinilai Tak Paham Politik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Feb 2026, 18:15
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pengumuman Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto. Pengumuman Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto. (YouTube)

Ntvnews.id, Jakarta - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mempertanyakan kehadiran Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat pengumuman Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto. Gatot menilai, Dasco saat itu hadir guna mengawasi Prabowo dalam mengumumkan para pembantunya.

Pernyataan Gatot yang diunggah akun Instagram Refly Harun tersebut, dikritik. Gatot, dinilai Koordinator Presidium Nasional Fraksi Rakyat, Yudi Syamhudi Suyuti, kurang memahami politik.

"Pernyataan Pak Gatot Nurmantyo yang mempertanyakan Wakil Ketua DPR, Pak Dasco tentang posisinya mendampingi Presiden Prabowo saat pengumuman Kabinet Merah Putih, terlihat karena kurang luasnya pemahaman politik dan praktik kenegaraan yang berkembang saat ini," ujar Yudi, Selasa, 3 Februari 2026.

Pada prinsipnya, lanjut Yudi, pernyataan Gatot Nurmantyo sebenarnya tidak terlalu berpengaruh terhadap Dasco, yang juga merupakan Ketua Harian Partai Gerindra. Meskipun, tekanan vokal Gatot saat menyampaikan hal itu, terkesan menekan.

Soal adanya Dasco mendampingi Presiden Prabowo saat pengumuman Kabinet Merah Putih, hal tersebut menurut Yudi adalah hal yang positif, meski belum pernah ada dalam proses kenegaraan presiden. Hal ini sah sebagai bentuk model konvensi ketatanegaraan yang tidak memerlukan suatu perangkat peraturan apa pun.

"Hal ini menjadi model Pak Prabowo sebagai Presiden yang bisa saja sengaja melibatkan Pimpinan DPR RI sebagai simbol, yang mewakili Rakyat. Di mana posisinya Pak Dasco, Wakil Ketua DPR. Hal ini juga menunjukkan peran DPR sebagai saluran politik untuk publik bahwa peran DPR menjadi bagian penting dalam menjalankan program-programnya," tuturnya.

Ditempatkannya pimpinan DPR di samping Presiden, kata Yudi menunjukkan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo adalah pemerintahan terbuka. Di mana Presiden memberikan sinyal bahwa publik, dalam hal ini rakyat warga, dapat ikut berpartisipasi untuk mengkritik, memberi masukan bahkan mengoreksi pemerintahannya melalui DPR.

Yudi Syamhudi Suyuti. Yudi Syamhudi Suyuti.

Hadirnya Dasco, lanjut Yudi, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo adalah presiden yang cerdas dan tidak gila kekuasaan. Sehingga, Prabowo berani melakukan tindakan di luar kebiasaan bahwa kepemimpinannya, sebagai presiden adalah kepemimpinan yang berpihak pada rakyat.

"Dan benar-benar bertindak bahwa kekuasaannya sebagai presiden di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dibatasi oleh cabang kekuasaan lainnya, yaitu DPR," jelas Yudi.

"Inti dari proses kenegaraan tersebut menunjukkan bahwa Pak Presiden Prabowo adalah presiden rakyat," lanjutnya.

x|close