Melihat Kebersamaan TNI dan Masyarakat Aceh Membangun Jembatan di Tengah Upaya Pemulihan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Feb 2026, 20:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
TNI dan warga bergotong royong untuk mengangkut material dan mengecor fondasi jembatan, di Desa Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, Aceh, pada Sabtu, 31 Januari 2026. TNI dan warga bergotong royong untuk mengangkut material dan mengecor fondasi jembatan, di Desa Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, Aceh, pada Sabtu, 31 Januari 2026. (Istimewa)

Ntvnews.id, Aceh - Upaya pemulihan Aceh pascabencana banjir bandang pada akhir November 2025 lalu terus berlangsung. Sebanyak 15 kabupaten/kota di Aceh telah memasuki status transisi darurat ke pemulihan sejak 30 Januari 2026.

Salah satu langkah prioritas pemerintah adalah pemulihan jalan dan jembatan yang terputus agar dapat segera dilalui.

Personel TNI pun dikerahkan untuk mempercepat perbaikan jembatan-jembatan di Aceh agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari. Bersama masyarakat setempat, para personel TNI bekerja tanpa henti untuk membuka kembali daerah-daerah yang terisolasi akibat bencana.

Seperti yang tampak di Desa Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, Sabtu, 31 Januari 2026. Para prajurit TNI bergotong royong dengan warga setempat untuk mengangkut material dan mengecor fondasi jembatan.

Pemandangan serupa tampak di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Bersama warga setempat, para prajurit TNI sedang mengecor fondasi untuk jembatan gantung.

Baca Juga: Sejumlah Jembatan 100 Persen Rampung, Akses Warga Terdampak Bencana di Aceh Kembali Terhubung

Personel TNI dan warga gotong royong mengangkut batu-batu fondasi serta menyiapkan lokasi fondasi jembatan di&nbsp;Desa Uyem Beriring, Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. <b>(Istimewa)</b> Personel TNI dan warga gotong royong mengangkut batu-batu fondasi serta menyiapkan lokasi fondasi jembatan di Desa Uyem Beriring, Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. (Istimewa)

Demikian juga di Desa Ara Bungong, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen. Para prajurit bahu-membahu dengan warga setempat untuk membangun jembatan gantung. Mereka sedang menyelesaikan bagian fondasi.

Kebersamaan TNI dan masyarakat pun terlihat dalam pembangunan jembatan gantung di Desa Uyem Beriring, Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues. Di sana, personel TNI gotong royong dengan masyarakat untuk mengangkut batu-batu fondasi serta menyiapkan lokasi fondasi jembatan.

Di Desa Batu Sumbang dan Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, pemasangan lantai jembatan gantung sedang dilakukan oleh prajurit-prajurit TNI.

Lalu di Desa Gumpang Lempuh, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, para personel TNI dan masyarakat setempat berbaris sejajar membentuk barisan panjang. Tanpa sekat, mereka bahu-membahu mengoper ember berisi pasir untuk pembangunan jembatan gantung.

Baca Juga: Jembatan Gantung Jadi Upaya Cepat Buka Akses ke Desa Terisolasi di Aceh

Tampak juga di Desa Blangtemung, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, masyarakat setempat ramai-ramai membantu prajurit TNI memindahkan tiang besi untuk jembatan darurat.

Berkat kerja sama erat dengan masyarakat setempat, pembangunan jembatan dapat diselesaikan dengan cepat. Di Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, pembangunan jembatan sudah hampir rampung. Para personel TNI tengah membersihkan sisa-sisa material agar jembatan dapat dilalui masyarakat dengan aman dan nyaman.

Tak hanya jembatan, TNI juga membantu perbaikan berbagai infrastruktur lainnya dalam rangka memulihkan kehidupan masyarakat pascabencana. Misalnya di Desa Jambak, Kecamatan Pante, Kabupaten Aceh Barat, alat berat milik Zeni TNI AD diturunkan untuk membangun tanggul dan memindahkan jalan yang hancur diterjang banjir.

Kehadiran TNI di tengah masyarakat untuk mempercepat proses pemulihan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yakni negara harus hadir untuk rakyat dalam menghadapi masa sulit bersama-sama.

x|close