Dulux Luncurkan Colours of The Year 2026 “Rhythm of Blues”, Hadirkan Konsep Warna untuk Ruang yang Lebih Menenangkan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jan 2026, 21:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Dulux Luncurkan Colours of The Year 2026 “Rhythm of Blues”, Hadirkan Konsep Warna untuk Ruang yang Lebih Menenangkan Dulux Luncurkan Colours of The Year 2026 “Rhythm of Blues”, Hadirkan Konsep Warna untuk Ruang yang Lebih Menenangkan (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Di tengah laju kehidupan modern yang kian cepat dan penuh tekanan, kebutuhan akan ruang yang mampu menghadirkan rasa tenang semakin terasa penting. Pola hidup serba cepat, paparan digital yang terus-menerus, serta tuntutan untuk selalu sigap membuat banyak orang sulit menemukan ruang jeda untuk memulihkan diri. Karena itu, rumah dan ruang publik kini dipandang tidak hanya sebagai tempat beraktivitas, tetapi juga sebagai ruang pemulihan emosional dan penyeimbang kehidupan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Dulux memperkenalkan Colours of The Year 2026 dengan tema Rhythm of Blues™, sebuah pendekatan warna yang dirancang untuk membantu masyarakat menemukan ketenangan melalui ruang di sekitarnya. Diusung lewat kampanye #TemukanTenangmu, inisiatif ini merupakan hasil dari riset tahunan yang mengkaji perubahan sosial, budaya, dan emosional manusia serta keterkaitannya dengan warna dan pengalaman ruang.

Berbeda dari tren warna sebelumnya yang umumnya hanya menampilkan satu warna utama, Rhythm of Blues™ menghadirkan tiga nuansa biru yang merefleksikan keberagaman ritme hidup. Konsep ini dilandasi keyakinan bahwa setiap individu memiliki ritmenya masing-masing.

Slow Swing™ hadir sebagai biru gelap yang menenangkan untuk membantu memperlambat ritme dan memulihkan energi, ideal untuk ruang istirahat dan refleksi. Mellow Flow™ menawarkan biru terang yang lembut guna menciptakan keseimbangan dan kebersamaan di ruang keluarga maupun area komunal. Sementara Free Groove™ menampilkan biru yang lebih ekspresif dan dinamis, memberikan ruang bagi kreativitas tanpa menghilangkan rasa nyaman.

Baca Juga: Viral Cekcok Pria Ngaku Anak Polisi Vs Debt Collector, Diduga Bawa Mobil Barang Bukti Jalan-jalan ke Mal

Secara psikologis, warna biru sejak lama dikaitkan dengan ketenangan, stabilitas, dan rasa aman. Berbagai studi psikologi warna menunjukkan bahwa paparan warna biru dapat memicu respons emosional yang lebih tenang serta menghadirkan pengalaman ruang yang terasa seimbang dan nyaman. Pemahaman ini menjadi dasar pemilihan spektrum biru dalam Rhythm of Blues™, sehingga warna tidak hanya berfungsi sebagai elemen visual, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman ruang yang mendukung kesejahteraan emosional.

Menanggapi konsep tersebut, Head of Marketing AkzoNobel Decorative Paints Indonesia, Niluh Putu Ayu Setiawati, menyampaikan bahwa pemilihan warna dalam Rhythm of Blues™ berangkat dari pemahaman bahwa setiap orang memiliki ritme hidup dan kebutuhan emosional yang berbeda.

“Kami ingin mengajak setiap orang untuk melihat warna bukan hanya sebagai elemen visual, tetapi sebagai bagian dari pengalaman ruang yang dapat mendukung rasa aman, nyaman, dan seimbang dalam kehidupan sehari hari. Setiap individu memiliki cara berbeda dalam menemukan ketenangan. Lewat Rhythm of Blues™, kami ingin menunjukkan bahwa ketenangan itu personal. Ada biru untuk setiap ritme hidup dan setiap ruang. Warna bukan hanya soal tampilan, tetapi tentang bagaimana ruang bisa mendukung kekuatan emosional penggunanya,” jelas Ayu.

Dulux Luncurkan Colours of The Year 2026 &ldquo;Rhythm of Blues&rdquo;, Hadirkan Konsep Warna untuk Ruang yang Lebih Menenangkan <b>(Istimewa)</b> Dulux Luncurkan Colours of The Year 2026 “Rhythm of Blues”, Hadirkan Konsep Warna untuk Ruang yang Lebih Menenangkan (Istimewa)

Dari sudut pandang arsitektur, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta, Teguh Aryanto, menilai bahwa meningkatnya kebutuhan akan ruang yang berorientasi pada kesejahteraan menjadikan warna sebagai elemen penting dalam perancangan.

“Dalam praktik desain saat ini, kami tidak lagi hanya memikirkan bentuk dan fungsi, tetapi juga bagaimana ruang memengaruhi kondisi mental penggunanya. Warna biru membantu menurunkan intensitas visual dan menciptakan rasa stabil, sehingga ruang terasa lebih tenang tanpa menjadi dingin atau pasif,” jelasnya.

Pendekatan ini juga dinilai relevan dalam konteks kesehatan mental dan kesejahteraan sosial. Founder & Board of Patrons Filoksenia Foundation, Sylvia M. Siregar, menekankan pentingnya peran ruang dan warna dalam mendukung kondisi emosional anak-anak dengan neurodiverse, khususnya di tengah lingkungan modern yang kaya rangsangan visual.

“Bagi anak-anak dengan neurodiverse, ruang dan warna bukan sekadar estetika. Lingkungan visual yang tepat dapat membantu menurunkan kecemasan, meredam overstimulasi, dan menciptakan rasa aman. Dalam pengalaman kami, warna biru sering menjadi penyeimbang emosional yang membuat anak lebih tenang dan fokus,” jelas Sylvia.

Sementara itu, dari perspektif feng shui, Jenie, seorang ahli feng shui, memandang rumah sebagai pusat keseimbangan energi di tengah kehidupan modern yang sarat tekanan. Menurutnya, rumah ideal adalah ruang yang membantu penghuninya menurunkan ritme setelah aktivitas yang padat.

“Warna biru memiliki karakter yang lembut dan menenangkan, sehingga mudah diterapkan di berbagai ruang. Dengan pilihan nuansa biru seperti Slow, Flow, dan Free dalam Rhythm of Blues™, warna dapat disesuaikan dengan fungsi ruang dan kebutuhan energi penghuninya. Pendekatan ini membantu menciptakan rumah yang lebih seimbang, personal, dan nyaman untuk ditinggali,” ungkapnya.

Melalui peluncuran Dulux Colours of The Year 2026: Rhythm of Blues™, Dulux mengajak masyarakat Indonesia untuk melihat warna sebagai bagian dari solusi menuju kehidupan yang lebih seimbang. Pada akhirnya, ketenangan adalah hak setiap orang, di setiap ruang.

x|close