Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan bahwa arah pengembangan transportasi darat dalam upaya dekarbonisasi lebih banyak diarahkan ke sektor perkeretaapian. Hampir 49 persen pengembangan transportasi darat saat ini dipusatkan pada penguatan moda kereta api.
AHY menjelaskan, pemerintah terus mendorong pembangunan jalur ganda (double track) di kawasan pantai utara Jawa serta di Pulau Sumatera. Selain itu, pengembangan sistem kereta komuter di wilayah Jabodetabek juga terus dipercepat, bersamaan dengan dorongan penguatan sistem Bus Rapid Transit (BRT) di berbagai daerah.
"Di tahun 2023 terjadi pengurangan 4,1 juta ton CO2 dengan melakukan ini. Jadi, artinya masih banyak yang harus kita lakukan tetapi setiap effort itu ada dampaknya," ungkap AHY dalam sambutannya pada acara Town Hall Meeting: Akselerasi Dekarbonisasi Transportasi di Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.
Baca Juga: Adies Kadir jadi Calon Hakim MK Usulan DPR
Pengembangan sektor perkeretaapian secara masif tersebut, lanjut AHY, bertujuan untuk mengurangi beban lalu lintas di jalan raya. Salah satu dampak yang diharapkan adalah berkurangnya aktivitas truk dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL).
"Itu juga salah satu upaya kita untuk mengurangi beban jalan raya. Keselamatan nomor satu, tapi yang kedua juga mengurangi emisi karbon karena kendaraan itu semua berbasis fossil fuel," jelasnya.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (NTVnews)
AHY menambahkan, pemerintah berkomitmen mendorong peralihan moda transportasi darat menuju kereta api. Saat ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tercatat melayani sekitar 500 juta penumpang setiap tahun.
Menurutnya, penguatan sektor perkeretaapian juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang memiliki rencana pembangunan jalur kereta api baru di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan.
"Itu upaya untuk meningkatkan sektor transportasi logistik yang diharapkan jauh lebih efisien, jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan menggunakan jalan-jalan di darat," pungkasnya.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (NTVnews)