70 Juta Masyarakat Ikut Cek Kesehatan Gratis Sepanjang 2025, Digelar di 10.225 Puskesmas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jan 2026, 08:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Sepanjang tahun 2025, 70 juta masyarakat Indonesia telah mengikuti cek kesehatan gratis (CKG). Total ada 10.225 puskesmas yang menyelenggarakan program ini di 38 provinsi Tanah Air.

“Kita sudah periksa 70 juta masyarakat Indonesia di 38 provinsi. Dari keseluruhan puskesmas kita 10.300, ini 10.225 sudah menyelenggarakan. Memang masih ada beberapa puskesmas yang belum menyelenggarakan, terutama ini di daerah-daerah yang sangat sulit,” ujar Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan Maria Endang Sumiwi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 23 Januari 2026.

Partisipasi perempuan tercatat sebanyak 54,39 persen atau 39,58 juta orang, sementara laki-laki 45,61 persen atau 33,2 juta orang. Maria menyebut provinsi dengan jumlah CKG terbanyak yaitu Jawa Tengah (14,4 juta), Jawa Timur (13 juta), dan Jawa Barat (10 juta).

Jika dilihat berdasarkan kelompok umur, bayi baru lahir (usia 2 hari) merupakan peserta CGK paling banyak. Sebanyak 2,3 juta dari 4,4 juta bayi (52 persen) mengikuti CKG pada 2025.

Baca Juga: Menkes: Mulai 2026, Pemerintah Masukkan Skrining Kusta dalam CKG

Kemudian, 19,7 juta dari 48 juta (41 persen) anak usia sekolah dan remaja (7-17 tahun) dan 2,7 juta dari 27 juta (10 persen) balita dan usia prasekolah (1-6 tahun). Diikuti 31 juta dari 170 juta (18 persen) orang dewasa usia 18-59 tahun serta 6 juta dari 34 juta (18 persen) lansia usia 60 tahun ke atas.

Selain melaksanakan CKG untuk umum, pemerintah juga menyelenggarakan CKG di sekolah, madrasah, dan pesantren. Tercatat ada 25 juta peserta CKG di 202.284 sekolah. Endang menegaskan program CKG akan terus berlanjut baik untuk umum maupun anak-anak sekolah.

“Ini akan terus ya. Di awal tahun ini pun sebetulnya di daerah-daerah sudah berjalan, CKG berjalan terus, tidak berhenti. Juga di sekolah juga berjalan terus,” kata Endang.

Petugas kesehatan puskesmas Balongan memeriksa kesehatan gigi siswa pada kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di SDN Gelarmandala, Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Selasa, 16 September 2025. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan pelaksa <b>(ANTARA)</b> Petugas kesehatan puskesmas Balongan memeriksa kesehatan gigi siswa pada kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di SDN Gelarmandala, Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Selasa, 16 September 2025. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan pelaksa (ANTARA)

Meskipun sudah berlangsung setahun, Kemenkes menemukan baru 45 persen masyarakat yang tahu soal program CKG. Hal ini jadi evaluasi pelaksanaan CKG.

“Dari hasil evaluasi Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan kita, ternyata baru 45 persen masyarakat yang tahu CKG. Ini pertengahan tahun lalu. Jadi kita memang masih perlu meningkatkan awareness dari masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Perusahaan Energi Indonesia Nyatakan Siap Capai Net Zero Emission

Bertalian dengan itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pada 2026 ini, pemerintah bakal memulai pengobatan gratis sebagai tindak lanjut hasil CKG. Pengobatan gratis ini berlaku selama 15 hari pertama dan selanjutnya berbayar bagi warga yang tak jadi anggota BPJS Kesehatan.

“Gratisnya ini 15 hari pertama untuk seluruh 280 juta rakyat Indonesia. Sisanya, teman-teman harus pastikan, komunikasikan, masyarakat yang memiliki BPJS itu gratis. Tapi, kalau masyarakatnya tidak memiliki BPJS, ya dia harus bayar setelah 15 hari,” ujar Budi.

x|close