Ntvnews.id, Chili - Kebakaran hutan melanda wilayah selatan Chili dan menewaskan sedikitnya 15 orang. Selain menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut juga memaksa lebih dari 50.000 warga meninggalkan tempat tinggal mereka.
Dilansir dari AFP, Selasa, 20 Januari 2026, Menteri Keamanan Luis Cordero menyampaikan bahwa korban meninggal akibat kebakaran hutan tersebut tercatat di wilayah Nuble dan Biobio, yang berjarak sekitar 500 kilometer di selatan ibu kota Santiago.
Presiden Gabriel Boric sebelumnya telah menetapkan status keadaan darurat menyusul upaya pemadaman yang terkendala angin kencang serta suhu tinggi pada musim panas di belahan bumi selatan.
Pengumuman keadaan darurat itu disampaikan Presiden Boric melalui unggahan di platform media sosial X, khususnya untuk wilayah Nuble dan Biobio. Secara keseluruhan, hampir dua lusin titik kebakaran terdeteksi di berbagai daerah di Chili, dengan sebagian besar berada di dua wilayah tersebut.
Baca Juga: Kebakaran Hutan Meluas di Asutralia, Lebih dari 16 Rumah Hangus
"Semua sumber daya tersedia," tulis Boric. Kebijakan ini juga membuka keterlibatan angkatan bersenjata dalam penanganan kebakaran.
"Kita menghadapi situasi yang rumit," tambah Menteri Dalam Negeri Alvaro Elizalde.
Ilustrasi - Kebakaran Hutan di Korea Selatan (Pinterest/ BBC)
Direktur Layanan Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Bencana, Alicia Cebrian, mengatakan bahwa mayoritas evakuasi dilakukan di kota-kota Biobio, Penco, dan Lirquen, yang secara keseluruhan dihuni sekitar 60.000 penduduk.
Rekaman yang ditayangkan televisi lokal memperlihatkan kobaran api melahap kawasan permukiman di kedua kota tersebut, dengan sejumlah kendaraan terlihat hangus di jalan. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah selatan-tengah Chili memang kerap mengalami dampak serius akibat kebakaran hutan.
Baca Juga: Polri Tetapkan 46 Tersangka Kebakaran Hutan-Lahan di Riau
Sebagai catatan, pada Februari 2024 lalu, sejumlah kebakaran besar yang terjadi bersamaan di sekitar kota Vina del Mar, barat laut Santiago, menyebabkan 138 orang meninggal dunia, sebagaimana dilaporkan kantor kejaksaan.
Kala itu, sekitar 16.000 warga terdampak langsung oleh kebakaran, menurut keterangan otoritas setempat.
Ilustrasi - Kebakaran hutan. (ANTARA/Anadolu/as/am) (Antara)