Longsor di Telaga Sarangan Sisi Barat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Jan 2026, 16:44
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
telaga sarangan magetan longsor telaga sarangan magetan longsor (Istimewa)

Ntvnews.id, Magetan - Bencana tanah longsor dilaporkan terjadi di kawasan wisata Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Kamis, 15 Januari 2026, Peristiwa tersebut menyebabkan jalur Jalan Lingkar Telaga Sarangan sisi barat, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, tertutup sepenuhnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, menjelaskan longsor berasal dari tebing di sekitar lokasi sehingga materialnya menutupi badan jalan.

"Material longsor pada tebing menutup menutup 100 persen Jalan Lingkar Telaga Sarangan sisi barat," kata Satriyo.

Baca Juga: Uni Eropa Desak Israel Hentikan Proyek Permukiman di Tepi Barat

Ia mengungkapkan, kejadian longsor berlangsung sekitar pukul 04.00 WIB. Faktor pemicu diduga hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang disertai kondisi tebing yang cukup curam.

"Tanah longsor disebabkan oleh hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dan kemiringan tebing yang curam," ucapnya.

Material longsoran berupa batuan besar dan bonggol pohon jatuh dari tebing dan menutup akses Jalan Lingkar Telaga Sarangan sisi barat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

"Ukuran longsoran setinggi kurang lebih empat meter dan lebar empat meter. Material longsor berupa lima batu berdiameter sekitar 2 meter dan bonggol pohon. Tidak terdapat korban jiwa pada kejadian ini," ucapnya.

Pasca kejadian, Tim TRC-PB BPBD Magetan bersama unsur terkait segera melakukan pembersihan material longsor. Satu unit alat berat berupa ekskavator milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) turut dikerahkan ke lokasi.

Satriyo menambahkan, BPBD bersama instansi terkait saat ini juga melakukan langkah mitigasi struktural, antara lain penguatan tebing dan penataan sistem drainase di sekitar area rawan longsor, terutama saat curah hujan meningkat.

Selain itu, pihaknya akan menambah papan rambu peringatan serta meningkatkan sosialisasi kepada pelaku usaha dan wisatawan agar lebih waspada terhadap potensi longsor di tebing sisi barat Telaga Sarangan.

BPBD juga mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah rawan longsor, untuk mewaspadai berbagai tanda awal terjadinya longsor, seperti munculnya retakan pada tanah atau dinding rumah, pohon atau tiang yang tampak miring, keluarnya air keruh dari celah tanah, hingga terdengarnya suara gemuruh dari arah lereng.

"Hindari aktivitas di sekitar lereng terjal, terutama saat dan setelah hujan deras di kawasan Telaga Sarangan, khususnya pada kondisi cuaca hujan," ujarnya.

x|close