Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah senantiasa terbuka menerima masukan dari para akademisi perguruan tinggi se-Indonesia. Ia mencontohkan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) kerap menyampaikan usulan untuk Presiden RI Prabowo Subianto.
“(Pemerintah) sangat terbuka,” kata Prasetyo usai pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dan 1.000 akademisi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1).
“Jadi Rektor UGM menyampaikan kepada kami dan beliau memang rutin mengirimkan semacam usulan, usulan dari Universitas Gadjah Mada untuk pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” tambahnya.
Usulan tak hanya datang dari UGM, tapi juga perguruan tinggi lainnya. Prasetyo menuturkan pemerintah pun rutin bersurat dan berdiskusi menanggapi beragam usulan itu.
Dialog bersama rektor serta guru besar perguruan tinggi negeri dan swasta hari ini juga merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap usul dan saran yang datang.
“Inilah kadang-kadang berkirim surat, kemudian kita melakukan koordinasi, melakukan diskusi. Dan kami merasa ini juga salah satu saluran di dalam penyampaian ataupun pemberian masukan yang tentu saja kita perhatikan,” ucap dia.
Pada kesempatan itu, Prasetyo menyampaikan Presiden Prabowo secara khusus telah memutuskan untuk mengalokasikan tambahan anggaran Rp4 triliun demi memperkuat riset di seluruh universitas.
Presiden berharap riset yang dikerjakan sesuai dengan arah kebijakan nasional, terutama dalam mengejar swasembada pangan dan energi.
“Beliau (Prabowo) memberikan penekanan bahwa riset-riset tersebut diutamakan untuk yang pertama, mengejar swasembada pangan. Kemudian mengejar swasembada energi. Yang ketiga, mempersiapkan industrialisasi dan hilirisasi,” ujar Prasetyo.
Baca Juga: UGM Buka Suara Soal AI LISA yang Sebut Jokowi Bukan Alumni
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (dok)