Australia Tetapkan 22 Januari Sebagai Hari Berkabung Nasional Usai Serangan di Pantai Bondi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jan 2026, 22:30
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Warga berduka lokasi penembakan yang menewaskan sejumlah pengunjung di Pantai Bondi, Sydney, Australia, Senin, 15 Desember 2025. ANTARA/Xinhua/Ma Ping/aa. Warga berduka lokasi penembakan yang menewaskan sejumlah pengunjung di Pantai Bondi, Sydney, Australia, Senin, 15 Desember 2025. ANTARA/Xinhua/Ma Ping/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Sydney - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengumumkan pada Selasa, 13 Januari 2026, bahwa Australia akan memperingati hari berkabung nasional pada 22 Januari untuk mengenang para korban serangan teror di Pantai Bondi, Sydney.

Bendera akan dikibarkan setengah tiang di seluruh gedung pemerintah pada 22 Januari untuk menghormati korban serangan yang menimpa acara perayaan festival Yahudi Hanukkah di Pantai Bondi yang ikonik pada 14 Desember 2025, kata Albanese dalam konferensi pers di Gedung Parlemen, Canberra.

Acara peringatan akan mengangkat tema “cahaya akan menang”, sebagai bentuk persatuan dan penghormatan bagi para korban, ujar Albanese.

Baca Juga: Polisi Australia Tegaskan Tak Ada Jaringan Dalam Penembakan Bondi

Sebelumnya, pada Senin, 12 Januari 2026, PM Albanese menyatakan bahwa parlemen federal akan dipanggil kembali dari libur musim panas dua pekan lebih awal, yakni pada 19 Januari 2026, untuk mengesahkan undang-undang yang memperketat aturan terkait ujaran kebencian dan kepemilikan senjata api sebagai respons atas serangan tersebut.

Sebanyak 15 orang tewas ditembak dalam serangan yang dilakukan oleh pelaku bersenjata, Naveed Akram, sementara ayahnya, Sajid, tewas ditembak polisi.

Pihak berwenang menyebut serangan itu terinspirasi ideologi ISIS, dan Naveed Akram kini menghadapi 15 tuduhan pembunuhan serta satu tuduhan melakukan tindakan terorisme.

Baca Juga: PM Australia Albanese Minta Maaf atas Penembakan Bondi dan Umumkan Reformasi

(Sumber: Antara)

x|close