Penumpukan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Ditarget Bersih dalam Sepekan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jan 2026, 17:58
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Personel dan armada truk dari jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta mulai mengangkut tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim), Kamis, 8 Januari 2026. ANTARA/Siti Nurhaliza Personel dan armada truk dari jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta mulai mengangkut tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim), Kamis, 8 Januari 2026. ANTARA/Siti Nurhaliza (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pengelola Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, menargetkan tumpukan sampah di area belakang pasar dapat bersih dalam waktu sepekan.

"Alhamdulillah, kemarin kami sudah koordinasi dengan teman-teman dari Dinas Lingkungan Hidup. Kami berkomitmen dalam satu minggu ke depan, penumpukan sampah yang ada di belakang ini bisa dilakukan pengempesan," ujar Manager Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis, 8 Januari 2026.

Langkah ini dilakukan setelah adanya koordinasi intensif antara manajemen Pasar Jaya dan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk mengatasi persoalan sampah yang kembali menumpuk di kawasan pasar terbesar di Jakarta. Agus menyebut, kesepakatan bersama tercapai agar pengangkutan sampah dapat dilakukan secara maksimal.

Setelah target pembersihan tercapai, pengelola pasar dan Dinas LH akan membahas strategi jangka panjang agar penumpukan serupa tidak terulang lagi.

Baca Juga: Warga Keluhkan Bau Menyengat dari Tumpukan Sampah Pasar Kramat Jati

"Untuk selanjutnya, kami akan membahas keberlanjutannya agar bisa terjaga dengan baik, sehingga penumpukan sampah seperti ini tidak lagi terulang," ujar Agus.

Peristiwa penumpukan ini bukan pertama kali terjadi. Menurut Agus, kondisi serupa muncul kedua kalinya akibat keterbatasan armada pengangkut sampah.

"Penumpukan ini sebenarnya sudah kali kedua, kejadian pertama pertengahan Juni atau Juli 2025. Ketika armada yang masuk tidak ideal, maka potensi penumpukan sampah ini akan terus terjadi dan berulang," jelasnya.

Secara ideal, Pasar Induk Kramat Jati membutuhkan 12 hingga 15 armada truk pengangkut sampah setiap hari. Saat ini, armada yang tersedia hanya delapan unit, sehingga belum mencukupi volume sampah harian dari aktivitas pasar.

Baca Juga: Tumpukan Sampah Bantargebang Longsor

"Kemarin kami sudah diskusi, memang ada beberapa kendala, termasuk armada yang rusak. Dari yang seharusnya 12 sampai 15 armada, sekarang tinggal delapan armada yang mengangkut sampah setiap hari," kata Agus.

Oleh karena itu, pengelola berharap Dinas Lingkungan Hidup dapat menambah armada pengangkut agar pengelolaan sampah berjalan optimal dan penumpukan tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Sebanyak puluhan personel dan armada truk dari Dinas Lingkungan Hidup Jakarta sudah diturunkan untuk mengangkut tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati. Armada yang beroperasi meningkat signifikan dibanding hari-hari sebelumnya berkat dukungan lintas instansi.

(Sumber: Antara) 

x|close