Warga Keluhkan Bau Menyengat dari Tumpukan Sampah Pasar Kramat Jati

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jan 2026, 07:00
thumbnail-author
Satria Angkasa
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu 7 Januari 2026. ANTARA/Siti Nurhaliza Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu 7 Januari 2026. ANTARA/Siti Nurhaliza (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Warga yang bermukim di sekitar Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengeluhkan bau tidak sedap akibat tumpukan sampah yang kerap menggunung. Aroma menyengat dari sampah pasar tersebut bahkan dilaporkan tercium hingga ke permukiman warga dalam radius ratusan meter.

Salah satu warga RT 03/RW 04 Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Roni, mengatakan bau tersebut biasanya muncul saat sampah dibongkar atau ketika memasuki musim hujan.

"Kalau biasa tidak bau. Tapi kalau pas dibongkar atau musim hujan itu baunya sampai tempat saya, RT 3, sekitar 200 meteran tercium," kata Roni saat ditemui di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu, 7 Januari 2026.

Ia menuturkan bahwa persoalan bau sampah di kawasan Pasar Induk Kramat Jati bukanlah hal baru dan telah berlangsung selama bertahun-tahun.

"Wah sudah lama sekali. Tahunan, bukan bulan. Kalau sudah dibersihkan ya tidak bau. Tapi kalau numpuk lagi, ya bau lagi," ujar Roni.

Baca Juga: Malam Tahun Baru, Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Sebelum Subuh

Menurut dia, dalam beberapa waktu terakhir tumpukan sampah di area Pasar Induk bahkan terlihat menggunung, terutama ketika proses pengangkutan sampah mengalami kendala.

"Kadang-kadang kalau pas diambilin ya tidak menggunung. Tapi kalau pas tidak diambil ya gitu. Alasannya kan TPA Bantar Gebang lagi macet. Ya itu urusan pengelola. Tapi dampaknya ke warga," jelas Roni.

Ia mengaku bau busuk tersebut kerap masuk hingga ke dalam rumah warga dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

"Asli bau. Sampai ke dalam-dalam rumah. Kadang-kadang sampai bilang, 'duh, ini bau sampahnya sampai begini'," katanya.

Roni menjelaskan bahwa sumber bau tersebut didominasi oleh sampah sayuran busuk hasil aktivitas jual beli di Pasar Induk, yang volumenya jauh lebih besar dibandingkan sampah rumah tangga.

"Ini kan sampahnya luar biasa, sampah Pasar Induk. Apalagi sayuran kalau busuk ya tahu sendiri," ucapnya.

Ia berharap pengelolaan sampah di Pasar Induk Kramat Jati dapat dilakukan secara lebih serius agar tidak kembali menumpuk dan menimbulkan bau menyengat.

Baca Juga: Menteri PU: Insya Allah Gunungan Sampah di Bantar Gebang Pelan-pelan Kita Kikis

"Harapan warga ya supaya bersih. Walaupun ada sampah, cepat diangkat, jadi dampaknya enggak ke warga. Kalau pun bau, jangan terlalu sampai masuk rumah," kata Roni.

Selain itu, warga berharap pihak pengelola Pasar Induk bersama instansi terkait dapat menemukan solusi jangka panjang agar persoalan sampah tidak terus berulang.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Syahrul (50). Ia mengatakan tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, yang disebutnya mencapai ketinggian sekitar enam meter, memicu banyaknya lalat yang masuk ke rumah warga.

Menurut Syahrul, kondisi tersebut semakin terasa saat musim buah, ketika lalat semakin banyak berkumpul di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

"Sudah lama, sudah bukan lama lagi, sudah tahunan seperti ini, tapi hampir ada sebulan terakhir lah yang tinggi," katanya.

Ia menambahkan bahwa persoalan penumpukan sampah di kawasan pasar sudah berlangsung sekitar satu bulan terakhir dan dinilai semakin meresahkan warga.

Namun demikian, Syahrul menyebut warga sekitar pasar enggan menyampaikan keluhan secara langsung kepada pengelola Pasar Induk Kramat Jati maupun kepada Dinas Lingkungan Hidup.

"Tidak ada yang berani ngomong gitu aja. Tidak ada yang berani demo, tidak ada yang berani cuma hanya marah sendiri-sendiri aja ngomong begini," kata Syahrul.

(Sumber: Antara)

TERKINI

Load More

HIGHLIGHT

x|close