Jawaban Pedas KSAD Maruli soal Julukan “Jenderal Baut”

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jan 2026, 12:31
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (tengah) bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago (kanan) dan Wamenkopolkam Letnan Jenderal TNI (Purn) H. Lodewijk Fre Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (tengah) bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago (kanan) dan Wamenkopolkam Letnan Jenderal TNI (Purn) H. Lodewijk Fre (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak akhirnya buka suara menanggapi julukan “Jenderal Baut” yang ramai beredar di media sosial, khususnya di TikTok dan Facebook. Julukan tersebut muncul di tengah kritik terhadap pembangunan infrastruktur darurat TNI AD di wilayah bencana.

Maruli menegaskan bahwa kritik merupakan hal yang wajar dan diperlukan sebagai bahan evaluasi. Namun, ia menyayangkan jika kritik disampaikan dengan cara yang membangun kesan seolah-olah kerja TNI AD penuh kesalahan.

“Enggak apa-apa kritik bagus supaya kami juga mengevaluasi, tapi (jangan) memberi kesan bahwa kita buat salahnya banyak, ya enggak gitu-gitu juga,” kata Maruli saat jumpa pers di Dermaga Satuan Angkutan Perairan (Satangair) TNI AD, Selasa, 6 Januari 2026.

Baca Juga: Orangtua Cekcok, Anak Jatuh dari Balkon di Jatinegara

Julukan “Jenderal Baut” sendiri mencuat setelah Maruli mengungkap dugaan sabotase terhadap jembatan darurat Bailey di Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, Aceh. Saat itu, ia menyebut adanya baut konstruksi jembatan yang diduga dicabut secara sengaja.

Menanggapi label tersebut, Maruli tidak menutupi kekesalannya. Ia menekankan bahwa pembangunan jembatan darurat bukanlah pekerjaan sederhana, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan perencanaan, pengangkutan material, hingga pengerahan personel di lapangan.

“Saya dibilangnya Jenderal Baut katanya. Saya yang merencanakan dari satuan-satuan pindah ke sini, naik kapal, geser ke sana, geser ke titiknya, kita pasang sampai akhirnya bisa digunakan masyarakat yang otaknya sebaut ya, orang itu ya biarin aja,” katanya.

Maruli juga memaparkan bagaimana proses pengadaan dan pemasangan material dilakukan secara langsung oleh prajurit, dengan kondisi kerja yang tidak mudah.

Baca Juga: Prabowo Umumkan Indonesia Capai Swasembada Beras di Karawang

“Saya beli ARMCO di sini, gotong-gotong naik ke sini. Sampai di sana geser ke jembatan saya pasang anggota-anggota semua itu jungkir balik ya.”

Nada bicara Maruli semakin meninggi ketika menyinggung pihak-pihak yang terus melontarkan kritik tanpa melihat realitas di lapangan. Ia menilai komentar tersebut tidak sebanding dengan dampak nyata yang dirasakan masyarakat korban bencana.

“Silakan saja bicara apa. Yang penting saya yakin apa yang kami kerjakan Angkatan Darat itu dirasakan langsung oleh masyarakat yang kena bencana, dibandingkan orang-orang yang bicara itu ya memang otaknya sebaut,” kata Maruli.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan sikap KSAD bahwa fokus utama TNI AD tetap pada kerja nyata di lapangan, bukan pada label atau cibiran yang beredar di media sosial.

HIGHLIGHT

x|close