Geger Dua Sejoli Mesum Diduga di RSUD Kudus Terekam CCTV

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jan 2026, 11:42
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Hubungan Seksual Ilustrasi Hubungan Seksual (FreePik)

Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah video memperlihatkan dua sejoli tengah melakukan tindakan mesum di lingkungan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah. Hal tersebut menjadi viral di media sosial.

Dilansir akun Instagram @info.negri, Senin 5 Januari 2026, peristiwa tersebut disebut-sebut terjadi di area ruang pemulasaran, namun kebenarannya masih dalam penelusuran.

Menanggapi beredarnya video itu, Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dr. Hakam, menyatakan pihak manajemen akan segera menggelar rapat internal untuk menindaklanjuti informasi yang beredar.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by peristiwa sekitar kita dan Dunia (@info.negri)

“Besok kita mau rapat. Ini memang meresahkan,” ujar dr. Hakam saat dikonfirmasi pada Minggu 4 Januari 2026.

Dr. Hakam menegaskan, hingga kini pihaknya belum dapat memastikan apakah video tersebut benar direkam di lingkungan RSUD Kudus maupun identitas orang-orang yang ada di dalamnya.
“Belum bisa memastikan, Mas,” katanya.

Baca Juga: Motif Pembunuhan Anak Politisi PKS di Cilegon: Utang Menumpuk dan Buat Biaya Berobat

Ia juga menekankan bahwa manajemen rumah sakit masih mengedepankan asas praduga tak bersalah terkait dugaan keterlibatan oknum pegawai.

“Semuanya berdasarkan praduga tak bersalah dulu. Terima kasih atas perhatiannya,” pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai hasil penelusuran internal maupun langkah hukum yang akan diambil oleh pihak rumah sakit atau aparat berwenang.

Manajemen RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus menyatakan akan menyampaikan informasi lanjutan setelah proses klarifikasi dilakukan secara menyeluruh.

Di sisi lain, viralnya video tersebut memunculkan tuntutan publik agar dilakukan penyelidikan secara transparan serta penegakan hukum yang tegas apabila dugaan tersebut terbukti benar. Masyarakat berharap kasus ini tidak mencederai kepercayaan publik terhadap institusi layanan kesehatan di Kabupaten Kudus.

HIGHLIGHT

x|close