Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memimpin rapat koordinasi guna mematangkan persiapan pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Kuala di Aceh Tamiang, Aceh, pada Minggu, 4 Januari 2026.
Berdasarkan siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, rapat tersebut diselenggarakan untuk memastikan kinerja satgas berjalan optimal, khususnya dalam kegiatan pengerukan sungai, pengelolaan sumber daya air, hingga upaya pemulihan kawasan terdampak bencana secara menyeluruh.
Siaran pers itu juga menyebutkan bahwa rapat dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Wakil Panglima TNI, Staf Khusus Presiden Bidang Infrastruktur, Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kementerian Pertahanan, Pangdam Iskandar Muda (IM), serta Bupati Aceh Tamiang. Pertemuan berlangsung di Kantor Desa Tangsi Lama, Kecamatan Seruway.
Baca Juga: Korban Meninggal Bencana Sumatera dan Aceh Capai 1.177 orang dan 148 Hilang
"Rapat ini difokuskan pada sinkronisasi rencana teknis, kesiapan alat berat, dukungan logistik, serta integrasi program Satgas Kuala dengan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana," kutip siaran pers tersebut.
Dalam rapat itu, Sjafrie menegaskan bahwa pengerahan alat berat oleh Satgas Kuala direncanakan mulai dilakukan dalam dua pekan mendatang.
Menhan Pimpin Koordinasi Satgas Kuala untuk Percepatan Pemulihan Aceh Tamiang (Istimewa)
Langkah tersebut diharapkan memungkinkan proses normalisasi sungai dan muara berjalan seiring dengan program rehabilitasi serta rekonstruksi wilayah terdampak.
Sjafrie meyakini, dengan dilaksanakannya normalisasi sungai di lokasi bencana, kondisi kawasan akan semakin membaik karena ketersediaan air baku untuk diolah menjadi air bersih akan meningkat.
Ia juga menegaskan bahwa misi Satgas Kuala tidak semata-mata melakukan normalisasi sungai, tetapi juga berperan dalam mendukung pemulihan serta penguatan perekonomian masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai dan kawasan muara Tamiang.
Menhan Pimpin Koordinasi Satgas Kuala untuk Percepatan Pemulihan Aceh Tamiang (Istimewa)