Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan sebagian besar sekolah yang terdampak banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat siap kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar mulai Senin, 5 Januari 2026. Kepastian tersebut disampaikan berdasarkan data Kemendikdasmen per Selasa, 30 Desember 2025.
Dari total 4.149 sekolah terdampak, sebanyak 3.508 sekolah atau sekitar 85 persen dilaporkan telah siap beroperasi. Sementara itu, 587 sekolah atau 14 persen masih dalam proses pembersihan pascabanjir, dan 54 sekolah atau 1 persen melaksanakan pembelajaran di tenda darurat sebagai solusi sementara agar proses belajar tetap berjalan.
Kemendikdasmen juga menerapkan penyesuaian kurikulum pembelajaran sesuai dengan tahapan pemulihan. Pada fase tanggap darurat selama 0–3 bulan, kurikulum disederhanakan dengan fokus pada literasi dan numerasi dasar, disertai dukungan psikososial serta pemberian informasi mitigasi bencana. Selanjutnya, pada fase pemulihan dini selama 3–12 bulan, dilakukan penyesuaian jadwal pembelajaran dan asesmen transisi.
Adapun pada fase pemulihan lanjutan selama 1–3 tahun, pembelajaran akan diperkuat melalui integrasi pendidikan kebencanaan, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pemantauan dan evaluasi pendidikan darurat.
Baca Juga: TNI-BNPB Gencarkan Pembersihan Lumpur di Sekolah Aceh Utara dan Tengah Agar Siswa Bisa Belajar Lagi
Sebagai bentuk dukungan konkret, Kemendikdasmen telah menyalurkan berbagai bantuan pendidikan. Bantuan tersebut meliputi 27.000 set peralatan sekolah, 147 unit tenda, 160 unit ruang kelas darurat, serta 212.000 eksemplar buku bacaan.
Selain itu, dukungan psikososial senilai Rp700 juta dan dana operasional pendidikan sedikitnya Rp25 miliar turut dialokasikan untuk mendukung keberlangsungan proses belajar mengajar di wilayah terdampak.
Kemendikdasmen juga memberikan tunjangan khusus bagi guru dan tenaga kependidikan di daerah terdampak banjir. Di Provinsi Aceh, bantuan disalurkan sebesar Rp15,7 miliar untuk 7.861 sasaran. Di Sumatera Utara, bantuan mencapai Rp11,5 miliar bagi 5.783 sasaran, sementara di Sumatera Barat disalurkan Rp5,5 miliar untuk 2.795 sasaran.
Dalam pelaksanaannya, Kemendikdasmen mengimbau seluruh sekolah untuk mengutamakan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik dalam setiap aktivitas pembelajaran. Hal ini menjadi bagian dari upaya memastikan hak anak untuk tetap mendapatkan pendidikan meskipun berada dalam situasi pascabencana.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan pendidikan. “Dalam situasi dan kondisi pemulihan pascabencana, anak-anak harus tetap melaksanakan proses pembelajaran dan terpenuhi akan hak belajarnya.”
Baca Juga: BNI Bersihkan Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Utara, Dukung Pemulihan Pendidikan Pascabencana
Berikut Infografiknya:
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan sebagian besar sekolah yang terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar mulai 5 Januari 2026. (Antara)
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan sebagian besar sekolah yang terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar mulai 5 Januari 2026. (Antara)