Ntvnews.id, Oslo - Sejumlah menteri luar negeri Uni Eropa (UE) mendesak Amerika Serikat (AS) untuk meninjau ulang keputusan menolak visa bagi delegasi Palestina.
Seruan itu disampaikan dalam pertemuan di Kopenhagen pada Sabtu, 30 Agustus 2025, yang juga membahas kondisi kemanusiaan di Gaza.
Departemen Luar Negeri AS pada Jumat, 29 Agustus 2025 menyatakan telah menolak sekaligus mencabut visa anggota Organisasi Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organization/PLO) dan Otoritas Palestina (Palestinian Authority/PA) menjelang sidang Majelis Umum PBB mendatang.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengatakan dalam konferensi pers bahwa meskipun negara-negara anggota secara umum sepakat mengenai gawatnya situasi, konsensus belum tercapai mengenai langkah konkret yang harus diambil.
Baca Juga: Pesan Prabowo Untuk Rakyat: Tetap Tenang dan Percaya Pemerintah
Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen, yang memimpin pertemuan itu, menegaskan semakin banyak negara anggota Uni Eropa yang percaya Israel tidak akan mengubah kebijakan tanpa adanya tekanan lebih kuat.
Sementara itu, di luar lokasi pertemuan, sejumlah demonstran berkumpul dan menyerukan agar Denmark serta Uni Eropa mengambil sikap lebih tegas terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza.
(Sumber: Antara)