Gunung Semeru Erupsi, Awan Panas Guguran Meluncur Sampai 3,5 Km

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Nov 2026, 11:54
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Gunung Semeru mengalami erupsi pada Kamis (5/11/2026) pukul 08.43 WIB. Kolom abu teramati setinggi sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut, berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke selatan serta barat daya. Gunung Semeru mengalami erupsi pada Kamis (5/11/2026) pukul 08.43 WIB. Kolom abu teramati setinggi sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut, berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke selatan serta barat daya. (info malangan)

Ntvnews.id, Jakarta - Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Kamis (5/11/2026) pagi. Letusan yang terjadi pukul 08.43 WIB tersebut memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 700 meter di atas puncak.

Berdasarkan pengamatan, kolom abu mencapai ketinggian sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl). Abu vulkanik teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah selatan serta barat daya.

Erupsi tersebut juga terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 4 menit 11 detik.

Tak hanya mengeluarkan abu vulkanik, letusan Gunung Semeru kali ini juga disertai Awan Panas Guguran (APG). Material panas tersebut meluncur sejauh kurang lebih 3,5 kilometer dari kawah puncak menuju arah tenggara melalui aliran Besuk Kobokan.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena awan panas guguran memiliki suhu tinggi dan dapat membahayakan masyarakat yang berada di sekitar jalur alirannya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by INFO MALANG TERUPDATE ???? (@infomalangan)

Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas serta informasi resmi dari pihak berwenang.

Warga juga perlu menghindari kawasan aliran Besuk Kobokan dan area yang berpotensi terdampak awan panas maupun material vulkanik.

Aktivitas Gunung Semeru perlu terus dipantau mengingat erupsi tidak hanya menghasilkan hujan abu, tetapi juga dapat memicu guguran material panas yang meluncur dari kawasan puncak.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi Sampai 15 Kali