BRIN Uji Coba Teknologi Dumakron untuk Modifikasi Cuaca di Kalimantan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Nov 2026, 16:37
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala BRIN Arif Satria Kepala BRIN Arif Satria (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan menguji teknologi Dumakron untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC) dalam upaya mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, uji coba teknologi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 5 November 2026. Dumakron akan disebarkan menggunakan pesawat nirawak atau drone sebagai bahan semai awan hujan.

Sebelumnya, BRIN turut mendukung pelaksanaan OMC di Sumatera Selatan yang dilakukan TNI Angkatan Udara dalam beberapa hari terakhir. Operasi tersebut memanfaatkan teknologi BRIN untuk membantu proses penyemaian awan hujan.

"Tanggal 5 nanti, besok, di Kalimantan, kita akan coba gunakan Dumakron ya, dua milimikron dengan menggunakan drone. Dan moga-moga itu juga efektif untuk bisa modifikasi cuaca," jelas Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 November 2026.

Dumakron merupakan inovasi bahan semai awan hujan yang dikembangkan BRIN. Material berbahan garam tersebut memiliki ukuran sekitar 2-5 mikron sehingga memungkinkan proses penyebarannya dilakukan menggunakan drone.

Baca Juga: Prabowo Gelar Rapat Terbatas Bersama Sejumlah Menteri di Istana, KSP Listyo Sigit Tak Tampak Hadir

Selain teknologi modifikasi cuaca, BRIN juga menyiapkan uji coba pemanfaatan tepung singkong sebagai bahan alternatif untuk membantu pemadaman karhutla. Inovasi tersebut menggunakan campuran pati singkong dan Ammonium Polyphosphate (APP).

Formulasi ini dirancang untuk menangani kebakaran di kawasan gambut, mengingat api dapat menjalar hingga ke lapisan bawah permukaan tanah.

Arif mengatakan, pelaksanaan OMC di Sumatera Selatan telah dilakukan secara intensif untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan. Upaya tersebut turut berdampak pada membaiknya jarak pandang di wilayah terdampak.

"Untuk OMC di Sumatera Selatan kemarin, sampai saya kemarin kurang lebih sekitar sudah dilakukan 120 sorti, ya. Dan kemudian sudah sekitar 145.000 kilogram NaCl. Jadi, alhamdulillah di Sumatera Selatan sekarang kondisi sudah semakin bagus, visibility juga sudah semakin bagus,” tutur Arif.

Selain melalui modifikasi cuaca, upaya penanganan karhutla di Sumatera Selatan juga dilakukan dengan pemadaman dari udara atau water bombing. Hingga saat ini, operasi tersebut telah mencapai 750 sorti dengan total penggunaan air sekitar 81 juta liter.