BPS Genjot Modernisasi Statistik dan Sensus Ekonomi 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Okt 2026, 22:25
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti (NTVNews.id)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) terus memperkuat langkah transformasi kelembagaan melalui modernisasi statistik, pemanfaatan big data, hingga persiapan Sensus Ekonomi 2026. Berbagai pencapaian strategis ini tidak hanya memperkuat akurasi data nasional, tetapi juga menempatkan Indonesia pada posisi strategis di panggung statistik global.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa lembaganya telah menggenjot modernisasi dan peningkatan akurasi data statistik secara signifikan selama dua tahun terakhir. Salah satu agenda terbesar yang tengah dihadapi adalah penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026.

"Di tahun 2026, kami melakukan sensus ekonomi yang merupakan hajat besar bangsa negara untuk melakukan pemutakhiran data-data ekonomi yang kami kumpulkan tidak hanya ekonomi yang kita kumpulkan dari para pelaku usaha, tetapi juga untuk ekonomi rumah tangga," ujar Amalia di NT Tower, 29 Oktober 2026.

Baca Juga: BPS Raih Nusantara Awards: Penjaga Data Negeri, Penggerak Kebijakan Berbasis Bukti

Dalam upaya meningkatkan kualitas dan kecepatan penyediaan data, BPS meninggalkan cara-cara konvensional dan beralih ke pemanfaatan teknologi modern. Amalia merinci sejumlah inovasi teknologi yang kini diterapkan dalam pengumpulan data resmi negara.

Untuk sektor pariwisata, khususnya data wisatawan Nusantara, BPS memanfaatkan mobile position data (MPD). Sementara itu, untuk sektor pertanian, BPS menggunakan citra satelit guna mendongkrak tingkat akurasi pendataan di lapangan.

Selain itu, BPS kini semakin masif mengintegrasikan data administrasi. Langkah ini dilakukan untuk melakukan cross-check serta menjaga konsistensi antara data administratif dan hasil pencacahan langsung di lapangan.

"Bahkan kita saat ini juga memanfaatkan lebih banyak data-data administrasi untuk juga kita bisa melakukan cross-check dan konsistensi antara data-data administrasi dengan data-data yang kita kumpulkan dari lapangan," tambahnya.

Tidak hanya berfokus pada penyediaan data tingkat nasional, BPS juga aktif memperluas jejaring kerja sama internasional. Amalia menyebutkan bahwa lembaganya telah menjalin kerja sama resmi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Lembaga Statistik Mesir dan Brasil.

BPS juga aktif berkontribusi di berbagai forum statistik global seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), komunitas statistik BRICS, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta memperkuat hubungan bilateral dengan lembaga statistik negara sahabat. Menurut Amalia, kerja sama ini penting untuk saling berbagi pembaruan metodologi dan peningkatan kualitas data.

Lebih dari sekadar menjadi anggota, Indonesia kini dipercaya untuk memegang peran kepemimpinan global. Salah satu pencapaian paling prestisius adalah penunjukan Indonesia sebagai UN Regional Hub on Big Data and Data Science untuk kawasan Asia dan Pasifik.

"Di dunia ini hanya dua: Indonesia dan Brasil. Kalau Brasil itu untuk UN Regional Hub on Big Data and Data Science untuk Regional Amerika Selatan dan Mercosur, sementara Indonesia dipercaya untuk menjadi UN Regional Hub on Big Data and Data Science untuk kawasan Asia dan Pasifik," jelas Amalia.

Dengan berbagai pencapaian gemilang tersebut, Amalia menegaskan bahwa transformasi statistik akan terus menjadi kunci utama. Ke depan, BPS berkomitmen untuk terus mendorong dan mengembangkan diri demi mewujudkan visi sebagai lembaga statistik yang semakin modern dan terpercaya.