PTK Gerak Cepat Bantu Pemadaman KMP Batumandi dan Amankan Perairan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Okt 2026, 17:31
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Penggelaran oil boom dari kapal PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) untuk membantu penanganan insiden kapal Batumandi, yang terbakar di perairan Selat Sunda, Selasa (20/10/2026). Penggelaran oil boom dari kapal PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) untuk membantu penanganan insiden kapal Batumandi, yang terbakar di perairan Selat Sunda, Selasa (20/10/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) turut ambil bagian dalam aksi penanganan darurat insiden kebakaran yang menimpa kapal motor penumpang (KMP) Batumandi di perairan Selat Sunda pada Selasa, 20 Oktober 2026, dengan fokus utama membantu proses pemadaman api serta melakukan mitigasi risiko pencemaran lingkungan laut.

Vice President Legal and Relations PTK, Amran Reza, dalam keterangan resminya di Jakarta, pada Kamis, 22 Oktober 2026, menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan secara cepat Tim Tanggap Darurat Operasional Marine Tanjung Sekong dan Marine Tanjung Gerem untuk mengamankan area sekitar lokasi kejadian.

“Setelah mendapat informasi kejadian, Tim Marine PTK segera menuju lokasi untuk membantu evakuasi dan juga mengisolasi lokasi pada area tersebut dengan menggelar alat khusus berbentuk penghalang terapung di permukaan air atau oil boom,” ujarnya.

Pemasangan oil boom tersebut difungsikan sebagai langkah pencegahan preventif untuk membatasi ruang gerak potensi tumpahan bahan bakar sekaligus melindungi ekosistem dan wilayah sensitif di sekitar lokasi insiden dengan melingkari badan KMP Batumandi.
 

“Hal ini merupakan upaya mitigasi apabila terdapat potensi ceceran bahan bakar supaya tidak meluas ke area di luar badan kapal, terutama selama proses penanganan berlangsung,” jelas Amran.

Ia juga mengungkapkan bahwa keterlibatan aktif unit operasional maritim ini merupakan wujud penerapan standar ketat health, safety, security, and environment (HSSE) di tubuh PTK serta komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjaga kelestarian ekosistem maritim nasional.

“Kami turut prihatin dengan insiden yang terjadi di Selat Sunda. Berdasarkan koordinasi dengan pihak yang berwenang, terlebih karena lokasi kejadian berdekatan dengan operasional PTK, maka Tim PTK dari Marine Tanjung Sekong dan Marine Tanjung Gerem segera bersiaga dan merespons ke lokasi kejadian. Sejak Selasa, 20 Oktober 2026 sore hingga saat ini Tim Marine PTK masih berada di sekitar wilayah tersebut dengan perlengkapan HSSE kemaritiman,” imbuhnya.

Dalam operasi tanggap darurat ini, PTK mengerahkan sejumlah sarana dan prasarana pendukung, di antaranya 11 unit oil boom tipe permanen dengan total bentangan mencapai 265 meter, empat unit oil boom tipe sea boom, serta menyiagakan personel khusus penanganan tumpahan minyak (oil spill response).

Selain itu, PTK turut menurunkan satu unit kapal tunda (tug boat) beserta kru lengkap, didukung oleh pengerahan armada kapal serta personel maritim lainnya di lapangan.
 

Amran menambahkan bahwa kolaborasi dalam tim gabungan ini difokuskan pada tiga hal utama, yakni menuntaskan proses pemadaman struktur kapal, mengawasi stabilitas serta efektivitas bentangan oil boom, dan menjaga status siaga penuh seluruh armada serta personel PTK di titik lokasi kejadian.

“Kesiapsiagaan dan aspek HSSE merupakan wujud komitmen PTK dalam turut menjaga sektor kemaritiman. PTK juga mengapresiasi gerak cepat dari berbagai otoritas maritim dan instansi terkait, sehingga evakuasi penumpang dan kru kapal berjalan lancar, serta upaya pemulihan di lokasi berjalan aman dan terpadu,” pungkasnya.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close