Idrus Marham Ungkap 7 Tahapan Kepemimpinan Prabowo Menuju Indonesia Emas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Okt 2026, 16:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham mengungkapkan tujuh tahapan konstruksi berpikir Presiden Prabowo Subianto dalam memimpin Indonesia. Tahapan tersebut dimulai dari membangun kesadaran berbangsa hingga mengarahkan seluruh anggota kabinet untuk bekerja menjalankan kebijakan pemerintah.

Idrus menyampaikan pandangan tersebut dalam acara Kajian Buku MBG dan Prabowonomic di Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026. Menurut dia, kepemimpinan Prabowo memiliki kerangka berpikir yang jelas sejak terpilih sebagai presiden pada 2024.

"Seperti pada penjelasan saya sebelumnya, saya sudah jelaskan bahwa Pak Prabowo di dalam memimpin bangsa ini memiliki konstruksi berpikir yang sudah jelas," kata Idrus.

Ia menjelaskan, tahapan pertama adalah membangun kesadaran bahwa Indonesia merupakan rumah bersama yang harus dirawat dan dibangun oleh seluruh elemen bangsa. Kesadaran tersebut menjadi landasan untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

"Yang pertama adalah ada kesadaran berbangsa, bahwa Indonesia ini adalah rumah besar kita bersama yang harus dirawat bersama, yang harus dibangun bersama," ujarnya.

Tahapan kedua, lanjut Idrus, adalah menjadikan Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa yang mendasari upaya membangun Indonesia. Menurut dia, nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam merawat bangsa yang majemuk.

"Nah, yang kedua adalah untuk membangun dan merawat bangsa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk dan sangat besar ini, itu harus didasarkan pada ciri karakter bangsa kita yang kita sebut itu ideologi dan falsafah bangsa yaitu Pancasila," katanya.

Baca Juga: Nuno Mendes Cedera, PSG Kehilangan Bek Andalan Jelang Hadapi Barcelona di UCL

Setelah fondasi ideologi, tahapan ketiga adalah menetapkan visi pembangunan yang berorientasi pada tujuan bernegara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Visi tersebut kemudian menjadi acuan dalam menentukan kebijakan pokok pemerintah.

Idrus menyebut tahapan keempat berkaitan dengan penentuan kebijakan-kebijakan mendasar untuk mencapai visi pembangunan nasional. Kebijakan tersebut, menurut dia, harus tetap berlandaskan Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa.

Tahapan kelima adalah membentuk tim pemerintahan melalui penyusunan kabinet. Idrus menilai keputusan melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk partai politik dan kelompok di luar partai, merupakan konsekuensi dari upaya membangun pemerintahan yang merangkul keberagaman.

"Nah, setelah ini Pak Prabowo menentukan yang keempat itu adalah kebijakan-kebijakan pokok yang mendasar untuk mencapai visi itu, untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional yang diinspirasi oleh ideologi dan falsafah Pancasila," tuturnya.

Ia kemudian menjelaskan tahapan keenam, yakni pelaksanaan retret bagi jajaran kabinet. Kegiatan tersebut, menurut Idrus, dimaksudkan untuk membangun kesamaan pemahaman di antara para menteri mengenai visi, tantangan, prioritas kebijakan, dan strategi pelaksanaan program pemerintah.

"Ketika itu kita masih ingat, Pak Prabowo melakukan retret, untuk apa? Untuk membangun suasana kebatinan sebagai sebuah tim, untuk menyamakan visi dan ya visi ke depan, untuk bersama-sama memahami tantangan," ujarnya.

Menurut Idrus, retret juga menjadi sarana untuk menyelaraskan langkah para pembantu presiden dalam menerjemahkan kebijakan umum menjadi program kerja yang dapat dilaksanakan oleh setiap kementerian.

Tahapan ketujuh adalah pelaksanaan tugas oleh seluruh jajaran pemerintahan setelah melalui proses penyamaan visi dan pemahaman kebijakan. Ia menilai seluruh anggota kabinet kini berada pada tahap menjalankan tanggung jawab masing-masing untuk mendukung pembangunan nasional.

Idrus menegaskan Partai Golkar mendukung upaya pemerintah dalam menjalankan agenda pembangunan di bawah kepemimpinan Prabowo. Dukungan tersebut, kata dia, diarahkan untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.

"Dan ini sudah bekerja kan? Sejak dari awal bekerja ya dan kami dari Partai Golkar eh tidak ada kata lain kecuali ya membantu sepenuhnya bahkan berada pada bagian terdepan bagaimana suksesnya pembangunan ini, bagaimana suksesnya kepemimpinan Pak Prabowo," kata Idrus.

Ia juga mengaitkan keberhasilan pemerintahan saat ini dengan harapan keberlanjutan kepemimpinan pada periode berikutnya, yakni 2029–2034.

Idrus menambahkan, bagi Golkar, keberhasilan pembangunan nasional merupakan agenda yang harus diprioritaskan. Ia menyebut Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia telah menegaskan fokus partai pada keberhasilan pembangunan di bawah pemerintahan Prabowo.

"Apapun tidak ada diskusi yang kita pikirkan hanya satu, bagaimana pembangunan di bawah kepemimpinan Pak Prabowo menuju Indonesia Emas ini harus sukses," ujarnya.

Lebih lanjut, Idrus menilai kebijakan pemerintah perlu menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas. Ia mengatakan pendekatan kerakyatan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program pembangunan nasional.

"Ah, yang perlu kita prioritaskan adalah rakyat. Karena itu ideologi kerakyatan yang dikedepankan," tuturnya.

Menurut Idrus, Partai Golkar akan terus mendukung kebijakan pemerintah, terutama dalam upaya mencapai target pembangunan menuju Indonesia Emas. Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan kebijakan secara konsisten agar tujuan yang telah dirumuskan dapat diwujudkan melalui kerja nyata.

x|close