Survei Adidaya Institute: AHY Menko Terbaik Dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Okt 2026, 11:37
thumbnail-author
Muhamad Ridha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Hasil survei penilaian kinerja Menteri Koordinator dari Adidaya Institute. Hasil survei penilaian kinerja Menteri Koordinator dari Adidaya Institute. (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, memperoleh penilaian kinerja tertinggi di antara tujuh menteri koordinator dalam survei Adidaya Institute terkait dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dilansir Senin, 19 Oktober 2026.

Survei yang dilaksanakan pada 15–21 September 2026 ini melibatkan 1.240 responden dari 38 provinsi. Sebanyak 38,5 persen responden menilai AHY sebagai menko dengan kinerja terbaik.

Di posisi berikutnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra memperoleh 17,6 persen. Sementara itu, Menko Politik dan Keamanan Djamari Chaniago mencatatkan angka 10,6 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar masing-masing mendapatkan 9,4 persen. Adapun Menko Pangan Zulkifli Hasan meraih 7,7 persen, sedangkan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno memperoleh 6,8 persen.

Baca Juga: Survei PPI: Prabowo Unggul dalam Tiga Simulasi Pilpres

Meski AHY menempati posisi teratas dalam penilaian individu, survei itu juga mencatat pandangan responden terhadap profesionalisme para menteri Kabinet Merah Putih. Hanya 38,5 persen responden yang menilai para menteri telah bekerja secara profesional. Sebaliknya, 46,5 persen menyatakan penilaian yang berlawanan.

Keinginan untuk melakukan perombakan kabinet juga muncul dalam hasil survei. Sebanyak 49,8 persen responden menyatakan setuju apabila pemerintah melakukan reshuffle dalam waktu dekat. Sementara itu, 31,4 persen responden menyatakan tidak setuju.

Adidaya Institute memaparkan survei ini menyasar warga negara Indonesia yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Presiden 2024. Sampel diambil secara proporsional berdasarkan jumlah penduduk yang tercatat dalam DPT di 38 provinsi.

Dari proses tersebut, survei mencakup 122 kabupaten dan kota dengan basis tempat pemungutan suara (TPS). Pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling dengan teknik systematic sampling.

Survei melibatkan 1.240 responden dan memiliki toleransi kesalahan atau margin of error sekitar 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga: AHY Beri Ucapan Spesial di HUT ke-75 Prabowo, Doakan Indonesia Semakin Maju

(Sumber: Antara)

x|close