Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menegaskan komitmen TNI Angkatan Darat untuk meneruskan sekaligus mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis Presiden Prabowo Subianto.
“Saya mendapat amanah dari negara melalui Bapak Presiden menjadi Kepala Staf Angkatan Darat. Tentunya banyak program strategis dari Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran yang melibatkan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat,” kata Tandyo di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026.
Menurut Tandyo, sejumlah program yang melibatkan TNI AD di antaranya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Sekolah Rakyat, serta program ketahanan pangan.
“Kalau tugas-tugas yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan KDKMP sudah berjalan sebelumnya, itu yang kita teruskan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa percepatan pelaksanaan program tersebut menjadi salah satu tugas yang perlu dituntaskan TNI AD. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan arahan dan penugasan yang diberikan Presiden.
Di samping mendukung prioritas pemerintah, Tandyo menyampaikan bahwa penguatan dan pembangunan kekuatan TNI AD juga menjadi bagian dari fokus kerjanya.
TNI AD juga akan berkontribusi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di area gambut. Tandyo menyatakan pihaknya akan mengerahkan kemampuan yang tersedia untuk membantu mempercepat proses pemadaman.
Baca Juga: Presiden Prabowo Lantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita Sebagai KSAD Baru
“Untuk karhutla pasti, karena TNI Angkatan Darat paling banyak sebarannya. Untuk bisa mempercepat membantu pemadaman, khususnya lahan-lahan gambut, ini akan mengerahkan semampunya TNI Angkatan Darat untuk mempercepat pemadaman ini,” katanya.
Mengenai Papua, Tandyo menyebut penyelesaian berbagai persoalan di wilayah tersebut termasuk dalam agenda prioritas Presiden Prabowo. Upaya itu mencakup peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus penanganan gangguan keamanan.
Ia menyoroti situasi di Maybrat, Papua Barat Daya, yang menurutnya memperlihatkan perkembangan dalam beberapa hari terakhir, termasuk adanya pihak-pihak yang turun dan ditangkap.
“Dalam dua tiga hari ini kan di Maybrat yang selama ini cukup ramai, dua tiga tahun yang lalu, kalau dimonitor dua hari yang lalu kan ada yang turun, ada yang kita tangkap,” ujarnya.
Tandyo berharap perkembangan tersebut dapat mendorong kelompok yang masih melakukan perlawanan agar kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Baca Juga: Profil Jenderal TNI Tandyo Budi Revita yang Dilantik Jadi KSAD
Sebelum dilantik menjadi KSAD, Tandyo menjabat sebagai Wakil Panglima TNI. Posisi KSAD sebelumnya dipegang Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang kini mengemban jabatan Wakil Panglima TNI.
(Sumber: Antara)
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memberikan pernyataan pers di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026 (Antara)