Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan tidak lagi menjadikan kesepakatan dengan Iran sebagai pilihan utama. Pernyataan tersebut muncul di tengah laporan mengenai persiapan militer Washington untuk melancarkan serangan berskala besar terhadap Teheran.
"Saya rasa kesepakatan itu bukanlah sesuatu yang benar-benar ingin saya lakukan, tetapi mereka bersedia menawarkan apa pun kepada kami untuk menghentikannya," kata Trump dalam kampanye Partai Republik di San Antonio, dikutip The Atlantic, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Pernyataan itu disampaikan setelah sejumlah media melaporkan bahwa Trump bersama tim keamanan nasionalnya tengah membahas kemungkinan melanjutkan konflik militer dengan Iran.
Sejumlah pejabat Amerika Serikat yang dikutip Axios menyebut Trump telah memerintahkan Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang bertanggung jawab atas operasi militer di kawasan Timur Tengah, untuk merampungkan persiapan menghadapi kemungkinan kembali berperang dengan Iran.
Sementara itu, laporan The Atlantic, menyebut Trump tengah mempertimbangkan serangan terhadap Iran sebelum pemilihan paruh waktu atau midterm elections yang dijadwalkan berlangsung pada awal November.
Baca Juga: Trump Kaitkan Demo Pelajar Prancis dampak Migrasi dan Islam
Jika operasi militer tersebut benar-benar dilaksanakan, serangan AS diperkirakan menyasar sejumlah sektor strategis Iran, termasuk fasilitas energi, infrastruktur, dan instalasi nuklir.
Potensi berlanjutnya konflik juga memunculkan kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dan politik di Amerika Serikat. Axios memperingatkan bahwa pecahnya kembali perang dalam tiga hingga empat pekan mendatang dapat memengaruhi hasil pemilu paruh waktu, salah satunya akibat kemungkinan kenaikan harga minyak.
Lonjakan harga energi berpotensi menambah tekanan terhadap pemerintahan Trump, terutama di tengah menurunnya tingkat popularitas presiden tersebut.
Trump dilaporkan menghadapi tingkat persetujuan publik yang berada di titik terendah sepanjang sejarahnya. Kondisi ini membuat kemungkinan eskalasi konflik dengan Iran turut menjadi perhatian dalam dinamika politik domestik AS.
Meski berbagai laporan menyebut adanya persiapan militer dan pembahasan mengenai serangan baru, perkembangan tersebut belum dengan sendirinya memastikan bahwa Washington akan benar-benar melancarkan operasi militer terhadap Teheran.
Donald Trump (Middle East Eye)