Ntvnews.id, Beijing - Kebun Binatang Ueno di Tokyo, Jepang, mengalami penurunan jumlah pengunjung setelah dua panda kembar, Xiao Xiao dan Lei Lei, dipulangkan ke China pada akhir Januari 2026. Sejak kepulangan keduanya, jumlah wisatawan yang datang ke kebun binatang tersebut merosot hingga 19 persen.
Pemerintah Kota Tokyo mencatat sekitar 1,53 juta orang berkunjung ke Kebun Binatang Ueno sepanjang Februari hingga Agustus 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Xiao Xiao dan Lei Lei merupakan panda kembar yang lahir di Ueno dan selama ini menjadi salah satu atraksi favorit pengunjung. Hari terakhir masyarakat dapat menyaksikan keduanya secara langsung adalah 25 Januari 2026.
Menariknya, jumlah pengunjung pada Januari justru tercatat hampir 30 ribu orang lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, tren tersebut berubah setelah kedua panda dikembalikan ke China.
"Penurunan ini jelas menunjukkan dampak dari kepulangan panda. Banyak orang yang sebelumnya datang bahkan pada hari kerja hanya untuk melihat mereka," kata Wakil Direktur Kebun Binatang Ueno, Mikako Kaneko, dilansir dari The Japan News, Kamis (8/10/2026).
Kehadiran panda memang telah lama menjadi daya tarik utama Ueno. Kandang panda di sisi timur kebun binatang bahkan sebelumnya sudah ditutup pada 2023 setelah Xiang Xiang, kakak Xiao Xiao dan Lei Lei, lebih dahulu dipulangkan ke China.
Area kandang tersebut kemudian sempat kembali dibuka pada akhir Juli sebelum akhirnya dibongkar. Sebagai gantinya, lokasi itu dihiasi berbagai panel foto panda yang pernah menempatinya.
Seorang pengunjung yang datang menjelang kepulangan panda mengaku memiliki kenangan panjang dengan Kebun Binatang Ueno.
"Saya sudah sering datang ke sini sejak kecil untuk bersantai," ujarnya.
Baca Juga: Fenomena Blue Fire Muncul di Gunung Papandayan, Badan Geologi Lakukan Analisis Lapangan
Di tengah kondisi tersebut, seorang pejabat senior Tokyo menyebut kemungkinan kedatangan panda baru masih kecil selama belum terdapat perkembangan positif dalam hubungan Jepang dan China.
Untuk menggantikan daya tarik panda, pihak Kebun Binatang Ueno kini memperkenalkan shoebill atau hashibiroko sebagai salah satu atraksi unggulan. Burung yang berasal dari wilayah Afrika Tengah dan Timur itu dikenal memiliki tatapan tajam serta ekspresi yang khas.
Gubernur Tokyo Yuriko Koike bahkan menyatakan shoebill merupakan burung favoritnya. Sejumlah program pun disiapkan untuk meningkatkan minat masyarakat, mulai dari kereta listrik tanpa pengemudi yang dihiasi gambar shoebill hingga acara malam yang memungkinkan pengunjung mengamati perilaku burung tersebut.
Meski panda sudah tidak berada di Ueno, nuansa bertema panda masih dipertahankan di kawasan tersebut. Department store Matsuzakaya Ueno menggelar pameran foto dan memasang spanduk berukuran besar yang menampilkan Xiang Xiang, Xiao Xiao, serta Lei Lei.
Ketua Kehormatan Asosiasi Pariwisata Ueno, Tadao Futatsugi, mengatakan kawasan Ueno masih memiliki beragam destinasi lain, termasuk museum dan tempat wisata. Namun, ia mengakui panda selama ini menjadi bagian penting dari daya tarik kawasan tersebut.
"Kami sangat menantikan kepulangan mereka," katanya.
Profesor Universitas J.F. Oberlin, Yuji Yamaguchi, juga menilai panda merupakan daya tarik terbesar Kebun Binatang Ueno. Menurutnya, pengelola kini perlu meningkatkan upaya untuk menarik pengunjung baru sekaligus memperkenalkan atraksi lain yang tersedia.
"Kita mungkin akan melihat dampak lebih lanjut di masa depan, misalnya penurunan penjualan suvenir," jelas Yamaguchi.
Ilustrasi Hewan/ Taman Margasatwa / Kebun Binatang (Istimewa)