Prabowo di HUT TNI: Kita Ingin Selalu Jaga Rakyat, Harta dan Wilayah Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Okt 2026, 11:36
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Prabowo di HUT TNI Prabowo di HUT TNI (Setpres)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi perdamaian dan menghormati negara-negara lain. Namun, Indonesia tidak ingin ada pihak yang mengganggu kedaulatan maupun kepentingan nasional.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Mabes TNI, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.

Baca juga: TNI Pamer Seragam Baru di HUT ke-81

“Berkali-kali pemimpin-pemimpin bangsa kita, sejak kita lahir dan saya tegaskan lagi sekarang, kita cinta damai. Kita tidak mau mengganggu siapa pun, kita hormati semua bangsa, semua negara, semua kekuatan. Tetapi, kita tidak mau diganggu,” ucap Prabowo.

Menurut Prabowo, Indonesia harus terus memastikan rakyat, wilayah, serta kekayaan nasional tetap terlindungi. Upaya tersebut dinilai penting untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita tidak ingin selalu menjaga rakyat kita, kita ingin selalu menjaga wilayah kita, kita ingin selalu menjaga kekayaan kita,” kata Prabowo.

Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI dan Lantik Enam Pangdam Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI dan Lantik Enam Pangdam

Ia menegaskan, perlindungan terhadap seluruh sumber daya dan masyarakat Indonesia harus diarahkan untuk menghapus kemiskinan serta kelaparan demi masa depan generasi mendatang.

“Demi kesejahteraan rakyat kita, kita hilangkan kemiskinan dan kelaparan dari bumi Indonesia, demi masa depan anak dan cucu-cucu kita,” imbuh dia.

Prabowo menjelaskan pembangunan dan penguatan TNI juga memiliki tujuan utama untuk menjaga rakyat serta mempertahankan keutuhan Indonesia dari berbagai bentuk ancaman.

“Kita membangun TNI adalah untuk itu, untuk membela diri, untuk menjaga rakyat kita,” ujar Prabowo menegaskan.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut menyoroti situasi global yang menurutnya saat ini dipenuhi gejolak dan ketidakpastian. Ia mengatakan Indonesia tidak dapat memprediksi kapan ancaman terhadap negara akan benar-benar muncul.

Menurut Prabowo, ancaman yang dihadapi Indonesia saat ini tidak sebatas serangan secara fisik. Perkembangan teknologi juga membuka potensi ancaman melalui ruang siber, disinformasi, hingga penyebaran berita bohong yang dapat memicu perpecahan di dalam negeri.

“Sekarang, ancaman tidak hanya fisik, kita bisa diserang dan sudah mulai diserang melalui siber, melalui disinformasi, melalui berita-berita bohong, yang selalu ingin Indonesia dipecah-belah, yang selalu ingin Indonesia gaduh,” kata dia.

x|close