Ntvnews.id, Jakarta - Seorang siswi SMPN 12 Kendari berinisial N diduga menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan sejumlah teman sekolahnya. Keluarga korban meminta pihak sekolah mengambil tindakan atas dugaan kekerasan yang dialami N.
Keluarga korban, LS, mengatakan N mengalami sakit pada bagian perut setelah kejadian tersebut. Menurutnya, hasil visum yang dilakukan setelah kejadian tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan, tetapi N masih merasakan sakit hingga kini.
“Saat ini kondisinya perut sakit, memang pas waktu visum tidak ada tanda-tanda, tapi ponakan saya ini kesakitan sampai saat ini,” kata LS kepada Kendariinfo, Jumat (25/9/2026).
LS menyebut dugaan pengeroyokan tersebut terjadi di Jalan Cendana, Kelurahan Wundudopi, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (22/9), sekitar pukul 15.00 Wita. Ia mengatakan kejadian serupa disebut bukan kali pertama dialami N.
Menurut LS, peristiwa tersebut bermula ketika N hendak pulang dari sekolah. N kemudian disebut dipanggil oleh sejumlah temannya yang diduga sebagai pelaku sebelum akhirnya terjadi pengeroyokan. Informasi diunggah akun kendari info.
View this post on Instagram
“Dia mau pulang sekolah lalu dipanggil sama mereka terduga pelaku, lalu dikeroyok, ditendang perutnya hingga kepalanya,” ungkapnya.
LS juga menyebut adanya ucapan yang diduga dilontarkan kepada N saat kejadian. Ia mengatakan ucapan tersebut berkaitan dengan seseorang bernama Nur.
“Ada kata-katanya mereka, ‘Siniko anj*ng, awas ko macam-macam sama Nur’,” ujar LS.
Keluarga kemudian mempertanyakan penanganan pihak sekolah terhadap dugaan kejadian tersebut. LS menilai sekolah perlu mengambil langkah agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
“Tapi pihak sekolah seperti tidak ada tindakan, tidak ada juga sanksi,” katanya.
Ilustrasi anak depresi. (Unsplash)