Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto berdiskusi dengan puluhan akademisi dan pakar mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 24 September 2026.
Dalam diskusi tersebut, Prabowo menyatakan banyak pernyataannya yang dipelintir. Salah satunya mengenai penilaiannya terhadap pakar. Kepala Negara menegaskan sangat menghormati pakar.
"Jadi saudara-saudara, jangan salah ya menerima, kadang-kadang saya kalau bicara di audience, suka dipelintir ya, dibilang seolah saya nggak hormati pakar. Saya paling hormat sama pakar," kata Prabowo dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat, 25 September 2016.
Baca Juga: Jelang Indonesia vs Singapura, Prabowo Tekankan Sepak Bola sebagai Harga Diri dan Kebanggaan Bangsa
Prabowo menyatakan tak bisa berbuat banyak tanpa masukan para pakar. Bahkan, Prabowo mengaku selalu mencari pendapat pakar selama berkarier di militer.
"Ebggak bisa apa pun saya. Kenapa saya berhasil sebagai perwira? Karena saya selalu cari pakar," ujar Prabowo.
Untuk itu, dalam kesempatan ini, Prabowo meminta masukan para pakar untuk mencegah karhutla agar tidak terus berulang tiap tahun. Kepala Negara menyatakan, pemerintah sudah mengerahkan seluruh sumber daya untuk memadamkan karhutla.
"Anyway, jadi mohon saya diberi masukan, what can we do supaya tahun depan kita, sudahlah, jadi sekarang saya sudah perintahkan, sudahlah kita antisipasi, jadi eh ternyata tadi saya dapat laporan kemarin ya, dengan segala macam helikopter apa, tetap yang paling efektif adalah petugas di darat," katanya.
Prabowo Subianto dan Akademisi Diskusi Soal Lahan Gambut (Sekretariat Presiden)