UI Gandeng Nusantara TV Gelar "NTV Goes To Campus" Dorong Generasi Muda Perkuat Literasi Keuangan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Sep 2026, 17:10
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Direktur Utama Nusantara TV  Randy Monthonaro Tampubolon bersama  Kepala Badan Kewirausahaan dan Hubungan Antar Lembaga/ Sekretaris Universitas, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM Direktur Utama Nusantara TV Randy Monthonaro Tampubolon bersama Kepala Badan Kewirausahaan dan Hubungan Antar Lembaga/ Sekretaris Universitas, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM

Ntvnews.id, Jakarta - Universitas Indonesia (UI) bersama Nusantara TV menyelenggarakan gelar wicara (talkshow) Nusantara TV Goes to Campus bertajuk “Money Talk, No Stress” pada Selasa (22/9) di Balai Purnomo Prawiro, Kampus UI Depok. Acara ini menghadirkan akademisi, praktisi, lembaga keuangan, hingga public figure sebagai ruang edukasi bagi mahasiswa dalam memperkuat kemampuan menyaring informasi dan mengelola keuangan.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Kewirausahaan dan Hubungan Antar Lembaga/ Sekretaris Universitas, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM menekankan pentingnya kemampuan mahasiswa membedakan kebutuhan dan keinginan dalam mengelola keuangan.

Menurutnya, pemahaman tersebut menjadi dasar bagi mahasiswa untuk menentukan prioritas sebelum mengambil keputusan finansial. “Mahasiswa perlu memahami pilihan finansial yang diambil. Jangan sampai keputusan yang kita anggap sederhana hari ini justru menjadi beban di kemudian hari,” ujar Prof. Iko.

UI Gandeng Nusantara TV Gelar &quot;NTV Goes To Campus&quot; Dorong Generasi Muda Perkuat Literasi Keuangan <b>(DOK NTV)</b> UI Gandeng Nusantara TV Gelar "NTV Goes To Campus" Dorong Generasi Muda Perkuat Literasi Keuangan (DOK NTV)

Sementara itu, Direktur Utama Nusantara TV, Randy Monthonaro Tampubolon, S.Mn., M.B.A. menyoroti perubahan pola kehidupan masyarakat di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Menurutnya, kondisi tersebut membuat kemampuan literasi semakin penting bagi mahasiswa.

“Setiap mahasiswa memiliki modal dan kemampuan yang berbeda. Kemampuan tersebut perlu terus diasah dan dikembangkan sehingga dapat menjadi keunggulan untuk mendukung perjalanan profesional di masa depan,” tutur Randy.

Pada sesi talkshow pertama, Komisioner Komisi Informasi Pusat RI yang juga Ketua Bidang Regulasi, Rini Wulandari, membahas pentingnya literasi informasi di tengah kemudahan masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi melalui berbagai platform digital. Ia mengingatkan mahasiswa untuk memeriksa sumber informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

“Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen informasi karena mempunyai akses dan kemampuan yang lebih besar dibanding masyarakat umum. Oleh karena itu, kita harus memilah informasi apa yang ingin dikonsumsi. Jika menerima informasi menarik dan ingin membagikannya, pastikan dahulu kebenaran sumbernya dan cek kembali ke saluran resmi,” ujar Rini.

Sesi talkshow berikutnya menghadirkan Direktur Eksekutif Surveilans, Pemeriksaan, dan Pengaturan Bank Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Ridwan Nasution. Ia membahas peran LPS dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan. Hal ini menjadi semakin relevan bagi generasi muda yang kini memiliki akses semakin luas terhadap berbagai layanan keuangan, termasuk perbankan digital.

Menurutnya, peningkatan akses keuangan perlu berjalan seiring dengan peningkatan literasi agar masyarakat tidak hanya mudah menggunakan produk keuangan, tetapi juga memahami manfaat, risiko, serta ketentuan yang berlaku. “Kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dalam sistem perbankan. Karena itu, masyarakat perlu memahami mekanisme perlindungan simpanan dan memastikan setiap keputusan finansial didasarkan pada informasi yang benar,” jelas Ridwan.

Pembahasan kemudian berlanjut dalam sesi talkshow “Mengelola Uang dan Keputusan Finansial”. Public Figure Davina Karamoy membagikan perspektif mengenai pentingnya membagi uang ke dalam beberapa pos agar pengelolaan keuangan menjadi lebih terarah. Ia membaginya menjadi tiga, yaitu kebutuhan, tabungan, dan investasi.

Pembahasan mengenai investasi tersebut kemudian dilanjutkan oleh Founder DNA Finance Indonesia, Aliyah Natasya. Ia menyoroti berbagai krisis yang pernah terjadi sebagai pengingat bahwa kondisi ekonomi dapat berubah dan perlu diantisipasi sejak dini.

“Keputusan finansial perlu mempertimbangkan kebutuhan saat ini sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kondisi yang tidak terduga. Karena itu, saya ingin mendorong generasi muda untuk mulai berinvestasi, seperti melalui saham atau emas, sebagai persiapan untuk masa depan,” ujar Aliyah.

Pandangan tersebut kemudian diperluas oleh Dosen dan Peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Dr. Anna Amalyah Agus, MBA, CFP. Ia menekankan bahwa investasi tidak hanya berkaitan dengan aset finansial, tetapi juga kemampuan diri yang perlu terus dikembangkan. “Aset yang paling penting bukan hanya aset finansial, tetapi juga kemampuan yang kita miliki. Karena itu, kita tetap perlu berinvestasi, meningkatkan skill, dan pada saat yang sama tetap menikmati kehidupan,” ujar Dr. Anna.

Pada akhirnya, pelaksanaan agenda “Nusantara TV Goes to Campus” menjadi upaya kolaboratif yang memperkokoh komitmen UI dalam mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi dan layanan keuangan, tetapi juga menjadi individu yang kritis, adaptif, dan mampu mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan yang dimiliki.

Baca JugaJurnalis NTVNews.id Raih Anugerah Jurnalistik MH Thamrin 2026

x|close