Ketua DPRD Minta Gedung di Jakarta Dilengkapi Alat Deteksi Dini Kebakaran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Sep 2026, 13:01
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
April
Editor
Bagikan
Kebakaran Gedung Aspri YPPSDP Kebakaran Gedung Aspri YPPSDP (Dok. NTV)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin meminta seluruh gedung di Ibu Kota dilengkapi alat deteksi dini kebakaran. Langkah tersebut untuk memperkuat pencegahan sekaligus meningkatkan keselamatan penghuni bangunan.

Suhud menyoroti sejumlah kejadian kebakaran yang terjadi dalam waktu berdekatan di Jakarta. Salah satunya kebakaran yang terjadi di gedung Bappenda DKI Jakarta sebanyak dua kali, yakni pada 7 dan 21 Agustus 2026.

"Dan malam ini terjadi lagi musibah kebakaran bangunan rendah di sekitar Pasar Kebayoran Lama," kata Suhud, dikutip dari Berita Jakarta, Rabu, 23 September 2026.

Menurutnya, masih terdapat bangunan di Jakarta yang belum sepenuhnya memenuhi aspek keselamatan kebakaran. Kondisi tersebut antara lain ditandai dengan minimnya perangkat untuk mendeteksi potensi kebakaran serta alat pemadam api ringan (APAR).

Ia menilai keberadaan alat deteksi dini kebakaran menjadi salah satu bagian penting dalam sistem keselamatan gedung. Dengan adanya perangkat tersebut, potensi kebakaran diharapkan dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganan dapat segera dilakukan.

Ia mengingatkan bahwa ketentuan mengenai keselamatan bangunan telah diatur melalui Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung beserta aturan turunannya.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin (NTVNews.id/Adiansyah)

Baca Juga: 1.216 Kebakaran Terjadi di Jakarta hingga Agustus 2026, Jakbar Paling Banyak

"Padahal sudah ada aturan berupa UU Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung serta aturan turunannya," imbuh Suhud.

Karena itu, Suhud meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, khususnya Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), memperkuat upaya pencegahan kebakaran.

Selain memastikan kelengkapan sarana keselamatan, ia meminta edukasi mengenai pencegahan kebakaran terus ditingkatkan kepada masyarakat serta para pengelola gedung, baik milik pemerintah maupun swasta.

"Ini harus jadi perhatian serius Pemprov DKI dalam mengedukasi pencegahan kebakaran di tengah masyarakat, pengelola gedung baik swasta maupun pemerintah," ujarnya.

Suhud juga mengingatkan adanya potensi peningkatan risiko kebakaran selama musim kemarau. Kondisi tersebut turut dikaitkan dengan fenomena El Nino yang disebut dapat memperpanjang periode kering.

Menurutnya, kondisi kemarau di Jakarta diperkirakan masih berlangsung hingga awal atau pertengahan Oktober 2026 dan berpotensi berlanjut hingga Januari 2027.

x|close