Ntvnews.id, Jakarta - Penyanyi Betrand Peto akhirnya buka suara dan klarifikasi terkait tuduhan dugaan pelecehan seksual yang dialamatkan kepadanya. Insiden yang diduga terjadi di sebuah tempat karaoke, Jakarta Selatan, telah berujung pada laporan polisi. Melalui pernyataannya, Betrand membantah keras tuduhan tersebut dan membeberkan kronologi kejadian berdasarkan versinya.
Ia menegaskan bahwa narasi yang beredar luas di media tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi di lokasi kejadian.
"Saya ingin menyampaikan bahwa eh seperti yang sudah ada berita yang tersebar bahwa aku tidak melakukan hal yang seperti apa yang dibilang gitu," ujar Betrand Peto, 14 September 2026.
Lebih lanjut, ia menanggapi klaim pihak pelapor yang menyebutkan bahwa wanita (terduga korban) menangis di lokasi kejadian. Betrand mengaku sempat menanyakan alasan tangisan tersebut, namun tidak mendapat jawaban yang jelas.
"Dan yang kedua, ketika muncul di mana eh mereka bilang bahwa eh di eh kan ada kemarin bilang kalau misalkan cewek ini tuh nangis gitu," ujarnya.
"Saya pun bertanya pada perempuannya gitu, 'Kenapa bisa nangis?' gitu dan dia itu nggak ada jawab sama sekali, nggak ada kasih aku untuk jawaban kayak, 'Eh, aku nangis gara-gara ini,' nggak."
Situasi disebut berubah ketika seorang teman dari wanita yang menangis tersebut datang menghampirinya. Betrand menjelaskan bahwa teman wanita itu datang karena masalah anting yang terlepas dan tiba-tiba bertindak agresif terhadapnya.
"Dan habis itu dari situ aku emm bilang tiba-tiba ini tiba-tiba temannya itu datang yang eh antingnya copot ini nih," cerita Betrand. "Aku pun nggak kenal sama mereka. Aku sama sekali nggak kenal sama mereka. Tiba-tiba anting ini copot, yang copot ini datang gitu bertanya sama aku dan dia itu tarik baju aku kayak gini. Tarik baju aku terus tarik tanganku. Aku tuh tidak bereaksi apapun, aku, aku cuman diem doang diem."
Betrand mengaku bingung dan meminta wanita yang marah tersebut untuk bertanya langsung kepada temannya (perempuan yang menangis). Namun, teguran tersebut justru memicu keributan antara wanita tersebut dengan teman dari Betrand.
"Aku bilang sama dia, 'Kamu tanya sama teman kamu' gitu karena aku pun nggak dapet jawaban dari teman kamu gitu. Akhirnya eh dia tanya, tiba-tiba dia tanya itu deng- enggak dengan eh baik-baik, tapi dia udah ngamuk duluan gitu, udah ngamuk duluan," ungkapnya.
"Akhirnya dia langsung eh tanya ke temanku, temanku yang berantem sama cewek ini nih. Dia tanya ke temanku, tapi tanyanya itu dengan nada yang eh galak, gitu dengan nada yang nggak enak lah. Akhirnya temanku nggak terima, akhirnya di situ mereka mulailah eh berantem-berantem, jambak-jambakan," sambung Betrand menceritakan kronologi kericuhan.
Melihat pertikaian tersebut, Betrand mengaku telah berusaha melerai dan meminta asistennya (Bibi) untuk tidak ikut campur.
"Di situ pun aku udah bilang sama Bibi, 'Udah Bibi, nggak usah, nggak usah berantem' gitu. Akhirnya aku eh tarik untuk gitu, setelah itu em akhirnya dipisahkan sama orang yang jaganya di sana, dipisahkan. Setelah dipisahkan aku duduk, aku duduk lagi di sofa, aku duduk diem," jelasnya.
Setelah keributan mereda, Betrand terkejut mendapati tuduhan di media sosial yang menyudutkannya sebagai pelaku. Ia dengan tegas membantah tudingan tersebut, khususnya terkait pelecehan seksual.
"Nah, setelah eh permasalahan ini udah selesai, akhirnya aku melihat bahwa di eh komenan-komenannya yang dia posting, bahwa itu yang melakukan adalah aku. Gitu," sesalnya. "Itu yang melakukan adalah aku. Sebenarnya, aku bisa bilang kalau misalkan itu bukan aku yang melakukannya. Dan untuk permasalahan yang dibilang aku itu eh tindakan seksual, aku tidak melakukan itu sama sekali."
Sebagai bentuk tanggung jawab dan keyakinannya tidak bersalah, Betrand menyatakan kesiapannya untuk mengikuti seluruh proses hukum yang berlaku. Ia menegaskan tidak akan merekayasa cerita dan murni menyampaikan apa yang dialaminya.
"Dan aku di sini, aku ada di sini untuk siap untuk eh mengikuti semua rules-rules yang sudah eh ditetapkan, atau rules-rules yang sudah ada. Aku di sini dan aku nggak akan tambah-tambahin kata-kata, tambah-tambahin cerita dan aku siap gitu," tegas Betrand.
Sebagai penutup, ia kembali menekankan bahwa tindakan pelecehan seksual sangat tidak masuk akal baginya, mengingat ia tidak mengenal pihak-pihak yang terlibat dan sangat menjaga nama baik diri serta keluarganya. Ia juga menjelaskan posisinya saat itu sedang bersantap bersama teman-temannya.
"Karena dari diriku sendiri, aku nggak mungkin untuk melakukan itu. Karena satu, ya aku tiba-tiba cewek yang aku nggak kenal, aku langsung melakukan hal seperti itu tidak mungkin gitu. Aku pasti ngejaga nama baikku dan ngejaga nama orang tuaku gitu,"
"Tapi emang mungkin dalam posisi itu adalah eh tiba-tiba di mana mereka datang, yang kita pun kayak, pas mereka datang aku nggak langsung ngobrol sama mereka, aku tuh masih ada di posisi yang di mana ngobrol sama teman-teman gitu, makan sama mereka. Itu dalam posisi makan. Dalam posisi makan sama teman-temanku di sana gitu. Paling gitu aja dulu sih." pungkasnya.
Betrand Peto Putra Onsu bantah soal tuduhan melakukan pelecehan seksual di kelab malam (NTVNews)