Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan delapan tamu istimewa dalam Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8). Kedelapan tamu tersebut merupakan perwakilan penerima manfaat dari sejumlah program strategis pemerintah.
Para tamu diperkenalkan satu per satu oleh Prabowo saat menyampaikan Pidato Kenegaraan. Mereka berasal dari berbagai daerah dan memiliki latar belakang berbeda, mulai dari petani, pelajar, buruh harian, hingga pedagang.
1. Joko Puro, petani dari Ngawi
Joko Puro merupakan Ketua Kelompok Tani asal Desa Purwosari, Ngawi, Jawa Timur. Ia telah bekerja sebagai petani selama 20 tahun. Menurut Prabowo, dukungan pemerintah berupa air, teknologi, dan pupuk membuat Joko kini mampu meningkatkan produktivitas pertaniannya.
"Dengan air, teknologi, dan pupuk yang disediakan oleh pemerintah, ia sekarang mampu panen tiga kali setahun dengan produktivitas sampai 9 ton padi per hektare," ucap Prabowo
Prabowo menyatakan pula bahwa penurunan harga pupuk sebesar 20 persen turut memangkas biaya produksinya. Prabowo lalu memberikan penghargaan terhadap kerja keras petani, penyuluh, pemerintah daerah, TNI, Polri, BUMN Pangan, koperasi, dan unsur-unsur bangsa lainnya.
2. Kristina Beno, penerima MBG dari Merauke
Kristina Beno merupakan anak petani asal Merauke, Papua Selatan, yang kini duduk di kelas 6 SD. Ia diperkenalkan sebagai salah satu penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"MBG telah membantu Kristina menjadi lebih bugar, lebih fokus, dan lebih rajin hadir di sekolah," ujar Prabowo.
Prabowo juga menyatakan bahwa bagi Kristina dan puluhan juta penerima MBG, satu piring makanan menjadi tenaga untuk belajar sekaligus memenuhi kebutuhan protein untuk pertumbuhan badan, sel otak, sel tulang, dan sel otot yang sehat.
Baca Juga: Singgung Koruptor MBG, Prabowo: Orang-orang Baiadab!
3. Muhammad Risky Pratama, siswa Sekolah Rakyat
Muhammad Risky Pratama merupakan siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 di Medan. Siswa berusia 12 tahun itu sebelumnya pernah mengayuh sepeda hingga puluhan kilometer sambil membawa sekitar 30 kilogram ikan untuk dijual.
"Bayangkan badan seperti ini naik sepeda membawa 30 kg ikan. Luar biasa kau Risky, kau anak yang baik," ujar Prabowo setelah memanggil Risky untuk berdiri.
Risky disebut sempat putus sekolah dan belum lancar membaca maupun menghitung. Melalui Sekolah Rakyat, ia kemudian mendapat kesempatan untuk kembali mengenyam pendidikan.
4. Citra Nur Ramadhani, siswi Sekolah Rakyat
Citra Nur Ramadhani merupakan penerima manfaat Sekolah Rakyat yang berasal dari Pangkajene, Sulawesi Selatan. Ia hampir putus sekolah saat duduk di kelas 4 SD karena harus membantu ibunya berjualan kacang.
Setelah mendapatkan kesempatan bersekolah di Sekolah Rakyat, Citra tidak hanya kembali melanjutkan pendidikan, tetapi juga baru saja meraih juara karate di tingkat kabupaten.
Presiden Prabowo Subianto saat pidato kenegaraan di DPD, DPR, MPR RI, Jumat, 14 Agustus 2026. (Sekretariat Presiden)
Prabowo sempat bercakap dengan Citra ketika membawakan pidatonya. "Citra, umur mu berapa, Citra?" tanya Prabowo.
Citra pun berdiri dan terlihat menjawab usianya 10 tahun, walaupun suaranya tidak terdengar. "Ya nanti 10 tahun lagi, lah, kau boleh pacaran," ujar Prabowo. Ucapan itu lalu disambut dengan tertawa dari hadirin sidang.
"Kau boleh pacaran setelah sabuk hitam karate-mu. Jadi enggak ada yang berani nanti main-main sama kau," lanjutnya.
5. Susanah, buruh harian dari Bogor
Susanah berasal dari Kabupaten Bogor dan bekerja sebagai buruh harian yang mengupas bawang. Ia menjadi salah satu tamu yang diperkenalkan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI.
Program Keluarga Harapan dan bantuan sembako disebut membantu menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak Susanah.
Baca Juga: Maruarar Sirait: Pembangunan Rumah Harus Berdampak Langsung bagi Masyarakat
6. Margarelitha Rohi, penerima bantuan sosial dari Kupang
Margarelitha Rohi berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur. Ia disebut tidak pernah mengenyam pendidikan dan harus berjualan sambil merawat anggota keluarganya yang berusia 80 tahun.
Keluarga Margarelitha menjadi penerima bantuan sosial ATENSI yang berisikan beras dan minyak.
7. Thelma Humena, penerima bantuan perumahan dari Manado
Thelma Humena dan keluarganya berasal dari Manado dan merupakan penerima manfaat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Sebelum menerima bantuan, Thelma dan keluarganya tinggal di rumah dengan kondisi fondasi yang rapuh serta dinding, lantai, dan atap yang rusak.
8. Andre Kawaru, penerima KPR Subsidi FLPP
Tamu istimewa terakhir yang diperkenalkan Prabowo adalah Andre Kawaru dari Samarinda. Ia merupakan pedagang di pasar malam yang sebelumnya tinggal di rumah kontrakan.
Andre kemudian dilaporkan telah memiliki rumah sendiri setelah mendapatkan KPR Subsidi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan).
Joko Puro, petani dari Ngawi (YouTube)