AS Tegaskan Hormati Kedaulatan Indonesia, Buka Peluang Kemitraan Pertahanan Baru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Agu 2026, 17:00
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin bertemu dengan Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan atau US Under Secretary of War for Policy, H.E. Elbridge A. Colby di kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Agustus 2026. Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin bertemu dengan Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan atau US Under Secretary of War for Policy, H.E. Elbridge A. Colby di kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Agustus 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Elbridge A. Colby, menyatakan negaranya melihat peluang besar untuk memperkuat kemitraan dengan Indonesia. Ia menegaskan bahwa seluruh kerja sama yang dibangun akan tetap menghormati kedaulatan Indonesia.

Dalam taklimat media secara daring yang dipantau dari Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026, Colby menyebut pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin berlangsung konstruktif serta membuka ruang bagi hubungan yang lebih erat dan saling menghargai antara kedua negara.

Ia menjelaskan berbagai aspek teknis kerja sama nantinya akan dirumuskan bersama dengan tetap menjunjung tinggi kedaulatan dan semangat nasionalisme Indonesia. Menurutnya, kemitraan tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan Indonesia dalam menjaga keamanan nasional, identitas bangsa, dan kedaulatannya.

Colby menegaskan kerja sama yang ditawarkan Amerika Serikat tidak bertujuan mendorong Indonesia berpihak pada kekuatan tertentu di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Sebaliknya, kerja sama tersebut ditujukan agar Indonesia mampu menjaga keamanan dan kepentingan nasionalnya secara mandiri.

Baca JugaAS Tegaskan Kebijakan terhadap Taiwan Tidak Berubah Usai Pertemuan Trump-Xi

“Berdasarkan kunjungan ini, kami melihat adanya peluang besar… di mana pendekatannya bukan untuk meminta negara seperti Indonesia agar memilih salah satu pihak, melainkan benar-benar dirancang untuk memungkinkan Indonesia melindungi keamanan dan kedaulatannya sendiri,” kata Colby.

Pada Selasa, 11 Agustus 2026, Colby bertemu Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Sehari kemudian, Rabu, 12 Agustus 2026, ia melanjutkan agenda dengan bertemu Presiden Prabowo Subianto di Jakarta.

Dalam pertemuan dengan Sjafrie, kedua pihak membahas perkembangan hubungan bilateral sekaligus meninjau pelaksanaan sejumlah program dalam kerangka Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) yang dibentuk pada 13 April 2026.

Sjafrie menegaskan bahwa penguatan kerja sama pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat tidak mencakup pembentukan pangkalan militer AS di wilayah Indonesia.

Baca JugaMenhan AS Tegaskan Semua Opsi Terbuka dalam Pendekatan Terhadap Iran

Menurutnya, kolaborasi yang dijalankan lebih difokuskan pada program yang mendukung peningkatan kapasitas pertahanan nasional, seperti pendidikan, pelatihan, pengembangan kemampuan personel, dan penguatan interoperabilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia.

Ia menambahkan kemitraan tersebut diarahkan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI, memperkuat kemampuan industri dalam negeri, serta mendorong terwujudnya kemandirian pertahanan nasional yang memberikan manfaat bagi kedua negara.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close