Awal Mula Bentrokan Maut di USS Abraham Lincoln, 7 Orang Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Agu 2026, 17:37
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Kapal induk milik Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln Kapal induk milik Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln (The Aviation Geek Club)

Ntvnews.id, Jakarta - Bentrokan maut dilaporkan terjadi di atas kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Abraham Lincoln, yang dikerahkan di tengah berkecamuknya perang antara AS dan Iran. Insiden tersebut dilaporkan menewaskan tujuh personel Angkatan Laut AS dan menyebabkan beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Laporan mengenai bentrokan tersebut disampaikan kantor berita Iran, Tasnim News Agency, yang mengutip sumber militer terpercaya. Seperti dilansir Press TV, Rabu (12/6/2026), insiden itu bermula dari meningkatnya keluhan para awak kapal terkait lamanya masa pengerahan USS Abraham Lincoln.

Menurut laporan Tasnim, seorang penasihat untuk Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper kemudian naik ke USS Abraham Lincoln untuk menanggapi keluhan yang semakin meningkat dari para awak kapal induk tersebut.

Keluhan itu muncul setelah keluarga para tentara AS menyampaikan protes mengenai lamanya masa penugasan kapal induk tersebut. Kondisi tersebut disebut semakin meningkatkan keresahan di kalangan awak kapal.

Saat penasihat CENTCOM berbicara di hadapan para personel Angkatan Laut AS yang berkumpul, situasi disebut langsung memanas. Ia mendapat cemoohan dan lemparan botol air dari para personel.

"Penasihat tersebut disoraki dan dilempari botol air saat berbicara di depan sekelompok personel," kata sumber militer seperti dilaporkan Tasnim.

Situasi kemudian berkembang menjadi bentrokan fisik yang ganas di antara para awak kapal. Perkelahian tersebut bahkan melibatkan pisau dan senjata tajam lainnya.

"Konfrontasi kemudian berkembang menjadi perkelahian di antara anggota kru yang melibatkan pisau dan senjata tajam lainnya, menyebabkan tujuh personel tewas dan beberapa lainnya luka-luka," ujar sumber tersebut.

Baca Juga: Trump Ngaku Mau Jadi Presiden AS 3 Periode, Tapi Terbentur Konstitusi

Laporan tersebut menyebut suasana di atas USS Abraham Lincoln masih tegang dan tidak menentu. Hingga laporan itu disampaikan, belum ada tanggapan langsung dari militer AS maupun Gedung Putih mengenai laporan media Iran tersebut.

Bentrokan ini terjadi ketika USS Abraham Lincoln telah menjalani pengerahan selama 263 hari. Kapal induk AS tersebut kini beroperasi di Samudra Hindia dengan misi utama menegakkan blokade laut yang diberlakukan Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

USS Abraham Lincoln juga disebut telah berada di lautan selama 208 hari berturut-turut, yang menjadi masa pengerahan tanpa henti terlama bagi sebuah kapal induk AS di era modern. Kapal induk tersebut hanya sempat singgah sebentar di Oman pada Juli lalu.

Munculnya laporan bentrokan mematikan itu turut menyoroti kekhawatiran mengenai kondisi kehidupan dan kondisi kerja sekitar 5.000 pelaut dan Marinir AS yang berada di kapal induk tersebut.

Keluarga-keluarga tentara AS sebelumnya telah menyuarakan kekhawatiran mengenai kelelahan, kesehatan mental, serta dampak dari pengerahan berkepanjangan terhadap kemampuan para personel dalam menjalankan tugas secara aman.

Kekhawatiran tersebut juga disampaikan dalam pertemuan di San Diego, AS, pada pekan lalu. Sekitar 200 kerabat personel militer AS mengkonfrontasi Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao mengenai kondisi di dalam kapal induk tersebut serta belum adanya tanggal pasti untuk kepulangan para awak kapal.

HIGHLIGHT

x|close